Sukabumihitz – Stunting merupakan suatu masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai dalam waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan di bawah standar untuk usianya, serta mengalami keterlambatan fisik dan kognitif jika kita bandingkan dengan teman sebayanya.
Masalah gizi yang memicu stunting bisa dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Selain menghambat pertumbuhan fisik, stunting juga berisiko merusak perkembangan otak dan mengurangi tingkat kecerdasan anak.
Data dari Alodokter menyebutkan bahwa sekitar 3 dari 10 anak Indonesia masih mengalami stunting. Fakta ini menjadikan stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan serius dan segera.
Mengungkap Penyebab Stunting
1. Gizi Tak Cukup Sejak Dini
Ibu hamil yang tidak mengonsumsi makanan bergizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Setelah lahir, jika anak tidak menerima ASI eksklusif atau makanan pendamping kaya nutrisi, maka peluang terkena stunting pun meningkat.
2. Pola Asuh Kurang Tepat
Orang tua, terutama ibu, yang belum memahami cara memberi makan anak dengan benar secara tidak langsung meningkatkan risiko stunting.
3. Lingkungan yang Tidak Higienis
Kondisi lingkungan yang kotor sering menimbulkan infeksi seperti diare atau cacingan, yang menghambat penyerapan nutrisi di tubuh anak.
4. Akses Kesehatan Terbatas
Anak yang jarang orang tua ajak ke posyandu atau klinik kesehatan berisiko mengalami pertumbuhan yang tidak terpantau. Akibatnya, orang tua dan tenaga medis sering terlambat mengenali gejala stunting.
Baca juga: Makanan Kaya Nutrisi Peningkat Kecerdasan Otak
Langkah-Langkah Mencegah Stunting Sejak Awal
1. Jaga Asupan Gizi Ibu Hamil
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan seimbang dan memeriksakan kehamilannya secara rutin agar kesehatan janin tetap terjaga.
2. Berikan ASI Eksklusif
Pemberian ASI selama enam bulan pertama sangat penting, lalu lanjutkan dengan MPASI bergizi hingga anak berusia dua tahun.
3. Edukasi Gizi dan Pola Asuh yang Benar
Orang tua sebaiknya memahami jenis makanan yang tepat, waktu pemberian makan, serta cara mengolah makanan yang sehat untuk anak.
4. Perbaiki Akses Air Bersih dan Sanitasi
Lingkungan bersih dan akses terhadap air bersih membantu mencegah penyakit yang menghambat pertumbuhan anak.
5. Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak
Membawa anak ke posyandu secara teratur membantu mendeteksi stunting lebih awal, sehingga orang tua dan tenaga kesehatan dapat segera melakukan tindakan pencegahan.
Bersama Cegah Stunting, Selamatkan Masa Depan
Setiap orang tua perlu memahami pentingnya menjaga pertumbuhan anak sejak dalam kandungan. Kader posyandu, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat memiliki peran strategis untuk mengedukasi dan mengawasi tumbuh kembang anak di lingkungan sekitar. Upaya bersama ini bisa menjadi langkah nyata mencegah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Baca juga: Hebat! Bidan Asal Sukabumi Ciptakan Aplikasi Kalziting untuk Cegah Stunting Anak