Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Kesehatan » Mengenal People Pleaser: Tanda, Risiko, dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Mengenal People Pleaser: Tanda, Risiko, dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

  • account_circle Rifa Fitriyani
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi pribadi yang selalu membantu dan menyenangkan adalah tanda kebaikan. Namun, tanpa kita sadari, keinginan untuk selalu membuat orang lain bahagia sering berubah menjadi tekanan yang melelahkan. Di balik senyum yang terlihat ramah, seorang people pleaser menyimpan kecemasan, ketakutan, dan rasa tidak cukup yang terus menghantui.

Pada awalnya, karakter people pleaser terlihat seperti sikap baik hati dan penuh empati. Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah menjadi beban psikologis yang berat dan berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

Apa Itu People Pleaser?

People pleaser merasa punya kewajiban untuk menyenangkan orang lain agar mereka merasa aman, merasa diterima, serta terhindar dari konflik. Mereka takut mengecewakan, takut mengalami penolakan, dan takut terlihat egois. Karena itu, mereka memilih mengikuti permintaan siapa pun, bahkan dengan mengorbankan waktu, tenaga, perasaan, dan kebutuhan pribadi.

Beberapa tanda seseorang terjebak dalam sikap people pleaser antara lain:

  1. Sulit berkata “tidak”
  2. Selalu mengutamakan orang lain
  3. Takut terlihat buruk jika menolak
  4. Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, seseorang mulai kehilangan identitas diri.

Baca juga: Cara Sederhana Menenangkan Pikiran Lewat Meditasi

Bahaya yang Mengintai People Pleaser

Menjadi people pleaser membawa risiko serius. Berikut beberapa bahaya yang sering muncul:

1. Kehilangan Batasan Pribadi

Orang yang selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain cenderung menempatkan kebutuhan orang lain lebih tinggi daripada dirinya sendiri. Akhirnya, mereka tidak lagi punya batas yang sehat dalam hubungan sosial, pekerjaan, maupun keluarga. Mereka terus memberi sampai kelelahan, tanpa menyisakan ruang untuk dirinya sendiri.

2. Rentan Mengalami Burnout

Ketika seseorang selalu tersedia untuk semua orang, tubuh dan pikiran terasa lelah. Mereka terus memaksakan diri agar terlihat baik, walaupun energinya sudah habis. Burnout menjadi tidak terhindarkan karena mereka jarang memberi waktu untuk istirahat.

3. Harga Diri Menurun

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain cenderung menilai dirinya berdasarkan pandangan orang lain. Jika menerima komentar negatif, mereka langsung merasa tidak berharga.

4. Mudah Dimanfaatkan

Ketika seseorang selalu mengiyakan, beberapa orang akan mulai memanfaatkan kebaikannya. Akhirnya, hubungan menjadi tidak seimbang dan penuh manipulasi emosional.

5. Menekan Emosi dan Menyimpan Luka

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sering menyembunyikan perasaan demi menjaga kedamaian. Namun, emosi yang terpendam lama-kelamaan berubah menjadi rasa marah, kecewa, dan frustrasi. Pada titik tertentu, mereka bisa meledak atau mengalami masalah kesehatan mental.

Menyenangkan orang lain memang sifat yang baik, tapi ketika keinginan itu berubah menjadi tekanan yang melelahkan, penting untuk berhenti sejenak dan memikirkan diri sendiri. Menetapkan batasan, menghargai kebutuhan pribadi, dan belajar berkata “tidak” bukanlah tanda egois, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan sejati. Ingat, kamu tidak harus selalu membuat semua orang senang karena bahagia yang sejati dimulai dari diri sendiri.

Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia: Istirahatkan Pikiran, Bangkitkan Semangat Hidup

 

  • Penulis: Rifa Fitriyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Career Day 2025

    Menginspirasi Generasi Muda: Career Day 2025 bersama Alumni Sukses SMPN 10 Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam rangka mempersiapkan siswa memilih jenjang pendidikan selanjutnya, SMPN 10 Kota Sukabumi sukses menggerlar kegiatan Career Day 2025 yang diselenggarakan di Aula Universitas BSI Sukabumi Kampus A, Jl. Cemerlang, Sukakarya, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi. Kegiatan yang terselenggaran pada Selasa (29/4) ini merupakan kolaborasi antara SMPN 10 Kota Sukabumi, Universitas BSI Sukabumi dan PGRI […]

  • Portofolio Digital

    Panduan Lengkap Membuat Portofolio Digital Gratis untuk Fresh Graduate

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bagi fresh graduate, memiliki portofolio digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan modal penting untuk memikat perhatian perekrut. Saat ini, perusahaan cenderung memilih kandidat yang menampilkan keterampilan dan kreativitas secara nyata. Selain itu, menyusun portofolio digital yang rapi, mudah diakses, dan gratis dapat meningkatkan daya saing seseorang di pasar kerja. Mengapa Fresh Graduate Membutuhkan […]

  • Rangkaian Penghargaan Bagi Dosen Berprestasi Turut Meramaikan Dies Natalis BSI Ke-36

    Rangkaian Penghargaan Bagi Dosen Berprestasi Turut Meramaikan Dies Natalis BSI Ke-36

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – Merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), dengan berhasil meraih sejumlah prestasi yang luar biasa. Pada Dies Natalis BSI yang ke-36, Universitas BSI mengumumkan berbagai prestasi gemilang dari para dosen Universitas BSI. Beberapa pencapaian yang signifikan meliputi: Dosen FEB Meraih Hibah Matching Fund Tahun 2023 […]

  • hari kebebasan pers sedunia 2024

    Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom City. Yang merupakan kesempatan untuk mengakui peran penting jurnalisme dan kebebasan berbicara, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang kritis saat ini. Fungsi merayakan hari pers sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran, menghormati dan menjunjung tinggi hak kebebasan […]

  • Penulisan Jurnal Ilmiah

    Prokrastinasi Digital dan Ilusi ‘Menunggu Mood’: Mengupas Hambatan Mahasiswa dalam Penulisan Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam dunia akademik, kewajiban mempublikasikan jurnal ilmiah sering kali menjadi momok yang lebih menakutkan daripada ujian akhir itu sendiri. Fenomena “naskah abadi” yang tak kunjung selesai bukan lagi rahasia umum di kalangan mahasiswa tingkat akhir maupun dosen muda. Namun, apa sebenarnya akar masalah yang membuat kursor di layar komputer hanya berkedip tanpa melahirkan […]

  • ormik 2026

    ORMIK UBSI Sukabumi Dorong Mahasiswa Baru Bangun Semangat dan Inisiatif

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi menggelar Orientasi Akademik (ORMIK) pada 18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI Sukabumi. ORMIK tahun ini mengusung tema “Bright, Spirit, Initiative”. Tema tersebut mengajak mahasiswa baru untuk memulai perjalanan perkuliahan dengan semangat. Mahasiswa juga mendapat […]

expand_less