Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Kesehatan » Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam

Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam

  • account_circle Rifa Fitriyani
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Bulan Ramadan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap berbagi melalui aksi kemanusiaan. Untuk menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci, Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi menghadirkan layanan donor darah selama 24 jam penuh.

Kebijakan ini berbeda dari hari biasa. Sebelumnya, PMI hanya membuka layanan donor pada pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Salah satu petugas PMI Kota Sukabumi menjelaskan alasan di balik kebijakan pembatasan jam layanan donor darah.

“Sebelumnya kami hanya membuka layanan donor pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Pembatasan waktu ini kami terapkan untuk menghindari risiko pendonor mengalami pingsan atau kejang, karena setelah pukul 09.00 seharusnya tubuh beristirahat, bukan tetap beraktivitas” ujarnya.

Kini, PMI memberikan fleksibilitas waktu agar masyarakat bisa memilih waktu yang lebih aman dan nyaman, seperti setelah berbuka puasa atau menjelang sahur.

Antusiasme Masyarakat Tetap Tinggi

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, minat masyarakat untuk mendonorkan darah tetap tinggi. Banyak pendonor memanfaatkan waktu setelah berbuka atau menjelang sahur untuk datang ke PMI. Kebijakan layanan 24 jam ini dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang memiliki kesibukan di siang hari.

PMI berharap langkah ini mampu menjaga stabilitas stok darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Kebutuhan darah tidak berkurang selama Ramadan, sehingga partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca juga: Bolehkan Donor Darah Saat Puasa? Berikut Penjelasannya!

Syarat dan Ketentuan Donor Darah

PMI Kota Sukabumi menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon pendonor. Pendonor harus berusia minimal 17 tahun dan berada dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani. Bagi perempuan, tidak dapat melakukan donor darah saat sedang menstruasi.

Calon pendonor juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan selama dua hari sebelum donor. Petugas akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan batas minimal 100/70 mmHg. Selain itu, kadar hemoglobin (HB) harus berada di angka minimal 12,5 dan maksimal 17,0. Petugas menjelaskan alasan pentingnya menjaga kadar hemoglobin tetap stabil sebelum donor darah.

“Kadar HB yang terlalu tinggi dapat membuat darah menjadi lebih kental, sehingga harus tetap berada dalam rentang normal,” jelasnya.

Seluruh pemeriksaan awal ini bertujuan untuk memastikan kondisi pendonor aman sebelum proses pengambilan darah dilakukan.

Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

Selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. Donor secara rutin dapat membantu mengontrol kadar kolesterol, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

PMI menetapkan jeda donor setiap dua bulan sekali. Ketentuan ini mengacu pada hasil penelitian terbaru saat masa pandemi. Hasil kajian tersebut menyatakan bahwa donor dengan jarak dua bulan tetap aman bagi kesehatan ginjal. Sebelumnya, petugas menyarankan jarak minimal 90 hari untuk menekan risiko gagal ginjal.

Screening Ketat untuk Keamanan Darah

Setelah proses donor selesai, PMI melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menjamin keamanan darah yang terkumpul. Petugas melakukan screening terhadap empat parameter utama, yaitu HIV, sifilis, hepatitis B, dan hepatitis C.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan darah yang didistribusikan kepada pasien benar-benar aman dan bebas dari penyakit menular. Dengan layanan 24 jam selama Ramadan, PMI Kota Sukabumi mengajak masyarakat untuk terus berbagi kebaikan melalui donor darah. Setetes darah dari para pendonor mampu menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Mengenal Angka pada Alat Tensi: Kunci Memantau Kesehatan Jantung Sehari-hari

  • Penulis: Rifa Fitriyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurusan Kuliah dengan Gaji Tinggi: 4 Pilihan untuk Karier Masa Depan Anda

    Jurusan Kuliah dengan Gaji Tinggi: 4 Pilihan untuk Karier Masa Depan Anda

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Memilih jurusan kuliah dengan prospek gaji yang tinggi merupakan pertimbangan penting bagi banyak calon mahasiswa. Dalam konteks ini, berikut adalah beberapa jurusan yang dikenal memiliki potensi gaji besar di berbagai bidang yang relevan: 1. Teknik Informatika / Ilmu Komputer Pertama-tama, Teknik Informatika adalah disiplin yang mempelajari cara kerja komputer, mencakup baik perangkat keras […]

  • Amazon Pangkas Tenaga Kerja, Peluang Baru Bermunculan | Sumber : amalytix

    Efisiensi atau Pengurangan? Amazon dan Era AI yang Mengubah Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – CEO Amazon, Andy Jassy, menyatakan AI generatif akan mengurangi pekerja karena komputer mengambil alih tugas rutin. Ia juga menyebut, seperti transformasi teknologi lain, beberapa pekerjaan hilang namun muncul peluang baru di bidang lain. Pernyataan ini muncul di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan talenta AI terbaik. Baru-baru ini, Amazon kehilangan Vasi Philomin, Wakil Presiden […]

  • Persembahan Tari Jaipong pada BSI Diginofest Sukabumi

    Pesona Tarian Jaipong di Pembukaan BSI Diginofest Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Pembukaan BSI Diginofest 2023 Sukabumi pada Jumat (4/8) menghadirkan sorotan utama berupa tarian Jaipong yang memukau, menghadirkan sentuhan khas dari daerah Sunda. Dalam acara yang akan berlangsung hingga Sabtu (5/8), tarian Jaipong ini menjadi daya tarik ketika pembukaan berlangsung. Mahasiswa Universitas BSI Sukabumi berhasil tampil memukau dengan pesonanya dalam membawakan tarian ini. Gedung […]

  • Kegiatan Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI Sukabumi: Dari Kompetisi hingga Pengabdian Masyarakat

    Kegiatan Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI Sukabumi: Dari Kompetisi hingga Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI Sukabumi terus menunjukkan prestasi yang membanggakan, baik dalam kompetisi akademik maupun pengabdian masyarakat. Prestasi mereka mencerminkan dedikasi dan kualitas pendidikan yang diterapkan di kampus ini, membuktikan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga peduli terhadap pengembangan masyarakat. Keberhasilan di Ajang Kompetisi Mahasiswa […]

  • Huzaimah Amelia Rahma Mahasiswi Sukabumi Tembus Finalis PIKMI 2025 dengan Inovasi Wirausaha Mandiri

    Huzaimah Amelia Rahma Mahasiswi Sukabumi Tembus Finalis PIKMI 2025 dengan Inovasi Wirausaha Mandiri

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Huzaimah Amelia Rahma, mahasiswi Universitas BSI Sukabumi Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, berhasil menjadi salah satu finalis dalam ajang bergengsi Pagelaran Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2025. Universitas BSI menyelenggarakan kompetisi ini sebagai institusi pendidikan yang aktif mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang. Panitia membuka pendaftaran lomba PIKMI 2025 sejak 15 […]

  • Bingung Metode? Cara Tepat Memilih Metode Penelitian

    Bingung Metode? Cara Tepat Memilih Metode Penelitian

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Menulis metode penelitian sering menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa. Banyak mahasiswa merasa bingung saat menentukan pendekatan yang tepat untuk karya ilmiah. Pertanyaan seperti memilih metode dari penelitian sebelumnya atau mencoba metode baru sering membuat mahasiswa ragu. Kondisi bingung metode penelitian muncul karena mahasiswa belum memahami perbedaan kedua pendekatan tersebut. Namun, kedua metode tetap […]

expand_less