Jejaring Antinarkoba Makin Kuat, UBSI Ikuti Munas ARTIPENA 2026
- account_circle Vina Agustina
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

UBSI Perkuat Jejaring Antinarkoba melalui Munas IV ARTIPENA 2026 | Sumber: Dok. Istimewa Perwakila
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Bukittinggi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memperkuat jejaring antinarkoba melalui partisipasinya dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV ARTIPENA 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Forum bertema “Kampus Bersinar: Generasi Cerdas, Tangguh, Berintegritas Tanpa Narkoba di Era Digital” tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dan berbagai lembaga untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika. Melalui kegiatan ini, UBSI mendorong pengembangan jejaring antinarkoba yang melibatkan dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Jejaring Antinarkoba Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi
UBSI mengutus Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik, Adi Supriyatna, bersama staf Kemahasiswaan, Irwin Ananta Vidada, untuk mengikuti Munas IV ARTIPENA 2026. Keduanya berpartisipasi dalam forum tersebut guna memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkotika.
Kepala LLDIKTI Wilayah X, Dr. Afdalisma, membuka rangkaian kegiatan yang mencakup seminar internasional dan musyawarah organisasi. Selain itu, forum ini menghadirkan perwakilan kepolisian, BNN Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehatan, kementerian terkait, serta akademisi asal Malaysia. Kehadiran berbagai pihak tersebut memperluas peluang kolaborasi untuk membangun lingkungan pendidikan yang bebas narkoba.
UBSI Dorong Edukasi Pencegahan Narkoba Era Digital
Adi Supriyatna menjelaskan bahwa seminar lintas sektor menjadi ruang diskusi strategis untuk menghadapi perkembangan persoalan narkoba pada era modern. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pendekatan pendidikan, keamanan, dan kesehatan publik agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
“Perguruan tinggi memiliki peluang untuk berkontribusi melalui kegiatan edukasi, penelitian, komunikasi publik, serta program yang mendorong mahasiswa lebih peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya,” tutur Adi dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).
Sementara itu, Irwin Ananta, yang juga bertugas sebagai panitia sekaligus pengurus DPP ARTIPENA, menjelaskan bahwa munas membahas tata kelola dan evaluasi program kerja melalui empat komisi persidangan. Selain itu, forum tersebut turut mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan dan membahas penetapan kepemimpinan baru.
“Bagi UBSI, keterlibatan dalam jejaring seperti ARTIPENA membuka ruang untuk mengembangkan program pencegahan yang lebih kolaboratif,” kata Irwin.
Jejaring Antinarkoba Berlanjut lewat Pengabdian Masyarakat
Panitia menutup rangkaian Munas IV ARTIPENA 2026 pada Minggu (25/10) melalui kegiatan senam bersama dan pengabdian kepada masyarakat di Lembah Harau, Payakumbuh. Kegiatan tersebut melengkapi agenda musyawarah dengan aksi yang melibatkan peserta secara langsung.
Partisipasi UBSI dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperluas edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Selain memperkuat hubungan antarperguruan tinggi, jejaring antinarkoba juga dapat mendorong lahirnya program berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan tangguh menghadapi ancaman narkoba. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak juga menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan. Dengan demikian, pesan antinarkoba dapat menjangkau lebih banyak kalangan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan aman.
- Penulis: Vina Agustina
- Editor: Vina Agustina
