Breaking News
light_mode
Beranda » Hiburan » Film » Bukan Tentang Kehilangan, Tapi Tentang Kekosongan: Film “Ayah” yang Menyentuh

Bukan Tentang Kehilangan, Tapi Tentang Kekosongan: Film “Ayah” yang Menyentuh

  • account_circle Rifa Fitriyani
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, ya? menghadirkan cerita keluarga yang sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Film ini mengangkat fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika seorang anak kehilangan peran ayah secara emosional, meski sosoknya tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Cerita ini merupakan hasil adaptasi buku karya Khoirul Trian yang sebelumnya menarik perhatian pembaca melalui isu keluarga yang dekat dengan kehidupan nyata.

Ayah yang Hadir Secara Fisik, Namun Terasa Jauh

Film ini berfokus pada Dira, anak sulung dalam keluarga yang menjalankan usaha sederhana. Ia tumbuh bersama ayahnya, Yudi, yang selalu ada di rumah dan menjalani perannya sebagai kepala keluarga.

Namun, kehadiran tersebut tidak sepenuhnya Dira rasakan. Ia tidak mendapatkan arahan, dukungan emosional, maupun komunikasi yang hangat dari ayahnya. Hubungan yang seharusnya menjadi tempat pulang justru terasa hambar.

Dira pun menjalani hidup dengan banyak pertanyaan. Ia berusaha memahami arah hidupnya sendiri tanpa bimbingan yang jelas. Kondisi ini membuatnya sering merasa bingung, ragu, dan kehilangan pegangan.

Akting Kuat yang Menghidupkan Cerita

Film ini menghadirkan performa yang kuat dari para pemainnya. Dwi Sasono berhasil menggambarkan sosok ayah yang pendiam dan sulit mengekspresikan perasaan.

Di sisi lain, Mawar de Jongh mampu menunjukkan emosi seorang anak yang mencari perhatian dan arah hidup. Ekspresi wajah, tatapan, hingga dialog singkat terasa sangat natural dan menyentuh.

Interaksi antar karakter terasa hidup tanpa harus banyak kata. Justru dari hal-hal kecil, penonton bisa merasakan emosi yang dalam.

Baca juga: Urutan Film Danur untuk Marathon Sebelum Menonton Danur The Last Chapter

Mengangkat Isu Fatherless yang Jarang Dibahas

Film ini membawa isu fatherless ke ruang publik dengan cara yang sederhana, tetapi kuat. Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa kehilangan peran ayah tidak selalu berarti kehilangan secara fisik.

Ketika ayah tidak terlibat secara emosional, anak bisa tumbuh dengan kebingungan dalam memahami dirinya sendiri. Mereka kesulitan menentukan arah hidup, mengambil keputusan, bahkan membangun hubungan dengan orang lain.

Film ini tidak menghakimi, tetapi mengajak penonton untuk memahami kondisi tersebut dari sudut pandang yang lebih luas.

Refleksi Tentang Peran Ayah dalam Keluarga

Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, ya? mengingatkan bahwa peran ayah tidak berhenti pada tanggung jawab fisik. Ayah juga perlu hadir secara emosional, memberikan arahan, dan membangun komunikasi dengan anak.

Melalui cerita ini, penonton diajak untuk melihat kembali hubungan mereka dengan keluarga. Film ini tidak hanya menyentuh, tetapi juga membuka ruang refleksi yang dalam.

Layak Ditonton untuk Memahami dan Merasakan

Film ini cocok untuk siapa saja yang ingin menonton cerita yang dekat dengan kehidupan nyata. Tidak hanya menghibur, film ini juga memberikan pengalaman emosional yang kuat.

Dengan alur yang sederhana dan pesan yang dalam, film ini berhasil menunjukkan bahwa kehadiran saja tidak selalu cukup. Keterlibatan dan perhatian justru menjadi hal yang paling dibutuhkan.

Baca juga: Kenapa Semua Orang Sekarang Ketagihan Dracin?

  • Penulis: Rifa Fitriyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantuk yang Tak Wajar: Saat Tubuh Beri Peringatan Lewat Rasa Lelah | Sumber: detikcom

    Jangan Anggap Remeh! Kantuk Berlebihan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Rasa kantuk yang berlebihan bisa muncul meski Anda tidur cukup di malam hari. Biasanya ditandai dengan kesulitan tetap terjaga, atau meningkatnya keinginan tidur pada siang hari, terutama saat tubuh tidak banyak bergerak, misalnya ketika mengemudi atau duduk di kantor. Meski ngantuk kadang dianggap normal, jika terjadi setiap hari selama tiga bulan atau lebih, […]

  • mahasiswa

    Mahasiswa Integrasikan Nilai Islam dalam Edukasi Perpajakan di SMK Tamansiswa Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi berhasil menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Perpajakan bagi Siswa Kelas XII SMK Tamansiswa Kota Sukabumi”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membahas teori ekonomi, tetapi juga menjadikan materi perpajakan sebagai sarana penerapan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kehidupan bernegara. […]

  • Kunci Bertahan di Bisnis Digital Bukan Cuma Skill Tapi Juga Pemahaman Hukum

    Kunci Bertahan di Bisnis Digital Bukan Cuma Skill Tapi Juga Pemahaman Hukum

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz –  Jakarta, UBSI Kampus Cengkareng menyelenggarakan seminar hukum dan bisnis bertema “Legal Smart, Business Strong: Kunci Sukses Bisnis di Era Digital” pada Rabu, 28 Mei 2025, dan secara aktif mengajak pelajar serta mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi mendalam seputar dunia hukum dan bisnis. Tema yang terdengar berat di awal justru berhasil memancing antusiasme peserta. […]

  • jobfair

    Strategi Cari Kerja Mana yang Lebih Menjanjikan, Job Fair atau Online Application?

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam proses mencari pekerjaan, job fair dan lamaran online menjadi dua jalur yang sering digunakan. Keduanya efektif, tergantung bagaimana kamu memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Job Fair: Langsung Bertemu, Langsung Kesan Job fair memberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan HRD dari berbagai perusahaan. Kamu bisa tanya-tanya langsung, menyerahkan CV di tempat, bahkan ikut wawancara singkat […]

  • Cari Tempat Nongki Gratis Tapi Tetap Nyaman Buat Belajar? Ini Dia Jawabannya | Doc: Istimewa

    Cari Tempat Nongki Gratis Tapi Tetap Nyaman Buat Belajar? Ini Dia Jawabannya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bagi sebagian mahasiswa dan pelajar, belajar di perpustakaan sering dianggap membosankan. Suasana yang terlalu kaku, ruangan yang terasa sepi, serta tata ruang yang kurang nyaman membuat banyak anak muda lebih memilih belajar di kafe atau tempat nongkrong yang dinilai lebih santai dan estetik. Padahal, tempat belajar yang nyaman sangat berpengaruh terhadap fokus, produktivitas, […]

  • Gap year

    Fenomena Gap Year: Apakah Menunda Kuliah Itu Pilihan yang Tepat untukmu?

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Lulus SMA itu memang jadi momen besar, rasanya campur aduk antara senang dan deg-degan. Kebanyakan temanmu mungkin langsung lanjut kuliah, tapi sebagiannya mungkin memilih untuk gap year. Kamu mungkin pernah mendengar istilah gap year. Sederhananya, gap year adalah keputusan untuk menunda kuliah. Biasanya dilakukan dengan mengambil jeda satu tahun penuh. Fenomena ini makin […]

expand_less