Film

Banyak yang Relate, “Senin Harga Naik” Angkat Konflik yang Sering Terjadi di Keluarga

4
×

Banyak yang Relate, “Senin Harga Naik” Angkat Konflik yang Sering Terjadi di Keluarga

Sebarkan artikel ini
Banyak yang Relate, “Senin Harga Naik” Angkat Konflik yang Sering Terjadi di Keluarga | Sumber: Google
Banyak yang Relate, “Senin Harga Naik” Angkat Konflik yang Sering Terjadi di Keluarga | Sumber: Google

Sukabumihitz — Film Senin Harga Naik hadir sebagai salah satu tontonan drama keluarga yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026 dengan membawa cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Mengangkat konflik keluarga yang sederhana namun penuh makna, film ini mengajak penonton memahami arti komunikasi, pengorbanan, dan kedewasaan dalam hubungan orang tua dan anak.

Terjebak Antara Ambisi dan Tanggung Jawab Keluarga

Cerita berfokus pada Mutia, seorang perempuan yang menghadapi dilema besar dalam hidupnya. Ia ingin mengejar karier dan masa depan yang lebih baik, tetapi di sisi lain harus menyelamatkan toko roti warisan ibunya.

Konflik mulai terasa ketika perbedaan pandangan antara Mutia dan ibunya, Retno, semakin terlihat. Retno ingin mempertahankan usaha keluarga yang penuh kenangan, sementara Mutia mencoba melihat masa depan dengan cara yang berbeda.

Perbedaan ini memicu ketegangan emosional yang tidak bisa dihindari.

Konflik Ibu dan Anak yang Terasa Nyata

Film ini menampilkan hubungan ibu dan anak yang tidak selalu berjalan mulus. Kesalahpahaman, gengsi, dan tekanan ekonomi memperkeruh situasi yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi.

Nadya Arina sebagai Mutia berhasil menampilkan sosok anak yang berada di persimpangan hidup. Sementara Meriam Bellina menghadirkan karakter ibu yang kuat, tetapi menyimpan banyak harapan dan luka.

Interaksi keduanya terasa jujur dan dekat dengan realita keluarga pada umumnya.

Baca juga: Bukan Tentang Kehilangan, Tapi Tentang Kekosongan: Film “Ayah” yang Menyentuh

Tekanan Ekonomi yang Tidak Bisa Diabaikan

Selain konflik emosional, film ini juga menyoroti realitas ekonomi keluarga. Mutia tidak hanya memikirkan perasaan, tetapi juga masa depan finansial yang harus ia hadapi.

Pilihan antara mempertahankan usaha keluarga atau mengejar karier menjadi dilema yang tidak mudah. Banyak penonton kemungkinan akan merasa relate dengan kondisi ini, terutama generasi muda yang berada di fase menentukan arah hidup.

Belajar Memaafkan dan Menerima

Film ini tidak hanya menghadirkan konflik, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya memaafkan dan menerima. Setiap karakter memiliki sudut pandang yang berbeda, dan tidak semuanya bisa langsung kita pahami.

Melalui proses yang tidak instan, Mutia dan Retno mulai belajar memahami satu sama lain. Mereka mencoba membuka komunikasi dan melepaskan ego yang selama ini menjadi penghalang.

Kedewasaan yang Tumbuh dari Proses

Senin Harga Naik” menunjukkan bahwa kedewasaan tidak datang secara tiba-tiba. Seseorang perlu melalui konflik, kesalahan, dan perasaan yang rumit sebelum akhirnya memahami arti hubungan keluarga.

Film ini mengajak penonton untuk melihat kembali hubungan dengan orang tua. Terkadang, masalah bukan muncul karena tidak peduli, tetapi karena tidak pernah benar-benar saling memahami.

Baca juga: Urutan Film Danur untuk Marathon Sebelum Menonton Danur The Last Chapter