BeritaTeknologi

Pasar vs Algoritma: Siapa Penggerak Harga Emas?

6
×

Pasar vs Algoritma: Siapa Penggerak Harga Emas?

Sebarkan artikel ini
Memahami Harga Emas Melalui Perspektif Informatika | Sumber: Pinterest
Memahami Harga Emas Melalui Perspektif Informatika | Sumber: Pinterest

Sukabumihitz – Harga emas Antam naik dan turun dalam beberapa pekan terakhir di pasar domestik Indonesia. Fluktuasi ini menarik perhatian investor ritel maupun institusi yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global pada awal 2026.Data perdagangan terbaru mencatat koreksi harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk setelah sebelumnya harga menyentuh level tinggi.

Dalam beberapa hari terakhir, harga harian turun hingga puluhan ribu rupiah per gram, sementara pelaku pasar menyesuaikan harga buyback dengan tekanan pasar internasional. Grafik harga emas Antam juga memperlihatkan pola fluktuatif yang mencerminkan perubahan sentimen global dan domestik secara bersamaan.

Grafik Harga Emas Antam dan Dinamika Pasar Global

Sejumlah faktor makroekonomi mendorong pergerakan tersebut. Bank sentral di berbagai negara mengubah kebijakan suku bunga untuk merespons inflasi, pasar valuta asing menggerakkan nilai dolar Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik memengaruhi persepsi risiko investor. Ketika suku bunga global meningkat, investor mengalihkan dana ke instrumen berbunga sehingga permintaan emas melemah. Sebaliknya, saat ketidakpastian ekonomi meningkat, pelaku pasar memburu emas sebagai aset aman (safe haven).

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah dan permintaan fisik ikut membentuk harga. Sistem perdagangan mencatat setiap transaksi harian, lalu mengolah data tersebut menjadi grafik berbasis deret waktu (time-series data). Investor menggunakan grafik itu untuk membaca tren, menentukan momentum beli, dan menyusun strategi investasi.

Baca juga: Dari Distribusi Makanan ke Integritas Data: Membaca Ulang MBG dalam Perspektif Informatika

Algoritma, Data Real-Time, dan Perdagangan Otomatis

Selain faktor fundamental pasar, perkembangan teknologi mempercepat dinamika harga. Platform perdagangan modern memanfaatkan data real-time dan sistem komputasi untuk menganalisis jutaan data dalam hitungan detik. Tim analis dan sistem digital menjalankan model machine learning serta pendekatan statistik untuk mengenali pola pergerakan harga, baik saat pasar menguat (bullish) maupun melemah (bearish).

Beberapa platform bahkan mengaktifkan sistem perdagangan otomatis yang langsung mengeksekusi transaksi berdasarkan sinyal algoritma. Sistem tersebut memproses data historis, membaca tren, lalu mengirim instruksi beli atau jual secara cepat. Meski teknologi mempercepat transaksi, pelaku pasar tetap membentuk harga akhir melalui keputusan kolektif mereka. Algoritma berperan sebagai alat analisis dan percepatan eksekusi, bukan sebagai pengendali tunggal pasar.

Informatika sebagai Kunci Memahami Pasar Modern

Dengan demikian, siapa yang mengendalikan harga emas Antam? Pasar atau algoritma? Pasar menentukan arah melalui mekanisme permintaan dan penawaran, sementara algoritma mempercepat respons dan membaca peluang. Interaksi keduanya membentuk grafik harga emas Antam di era ekonomi berbasis data.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa memahami pergerakan harga emas tidak lagi cukup hanya dengan membaca berita ekonomi. Di tengah arus data yang bergerak cepat, generasi muda perlu menguasai analisis data, pemrograman, dan pengembangan algoritma untuk memahami dinamika pasar modern. Karena itu, mendalami bidang Informatika menjadi langkah strategis. Calon mahasiswa dapat menempuh pendidikan di Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)  Kampus Sukabumi untuk membangun kompetensi teknis dan analitis yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi saat ini.

Baca juga: Tak Hanya Kuasai Teknologi, Mahasiswa UBSI Sukabumi Berprestasi di Ajang Video Kreatif