Berita

COD Tak Sesuai Kesepakatan, Kurir Sukabumi Alami Kerugian

3
×

COD Tak Sesuai Kesepakatan, Kurir Sukabumi Alami Kerugian

Sebarkan artikel ini
Kurir COD Sukabumi Antar Paket ke Konsumen | Sumber: AI Generate

Sukabumihitz – Kasus pembayaran COD tak sesuai kesepakatan kembali mencuat setelah seorang kurir ekspedisi wilayah Sukabumi mengungkap pengalaman kurang menyenangkan saat menjalankan tugas. Sistem cash on delivery atau COD memang memudahkan transaksi. Namun, praktik lapangan menunjukkan berbagai risiko, terutama saat konsumen tidak memenuhi kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan.

Selain itu, kurir sering menghadapi situasi tidak terduga. Mereka harus memastikan barang sampai sekaligus menerima pembayaran secara langsung. Akan tetapi, kondisi tidak selalu berjalan sesuai prosedur. Akibatnya, kurir kerap menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pembeli.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Pembangunan Sukabumi, Kurir Paket Tewas di Tempat

Kurir Hadapi Kendala Saat Pengantaran

RS (27), seorang kurir ekspedisi wilayah Parungkuda, menceritakan pengalaman saat mengantar paket ke kawasan Cicurug. Ia menyebut penerima paket sering tidak berada tempat saat proses pengantaran berlangsung. Kondisi tersebut membuat transaksi COD tidak bisa dilakukan secara langsung.

Karena itu, RS terkadang menitipkan paket kepada pihak lain setelah mendapat persetujuan penerima. Namun, kesepakatan tersebut justru memicu masalah baru. Pihak penerima menjanjikan pembayaran melalui transfer, tetapi realisasinya sering tertunda.

“Sering bilang nanti transfer, tapi bisa besok bahkan sampai tiga hari,” ujar RS.

Situasi ini memperlihatkan bahwa COD bermasalah bukan sekadar isu kecil. Justru, kondisi tersebut berulang dan berdampak langsung pada kurir.

Risiko Kerugian dan Tekanan Kerja

Keterlambatan pembayaran membuat kurir berada posisi sulit. Mereka tetap harus mempertanggungjawabkan nilai barang kepada perusahaan. Bahkan, jika pembayaran tidak kunjung dilakukan, kurir berpotensi mengalami kerugian finansial.

Selain kerugian materi, tekanan kerja juga meningkat. Kurir harus mengejar pembayaran sekaligus menjalankan tugas pengantaran lain. Oleh sebab itu, praktik Pembayaran COD tak sesuai kesepakatan menjadi persoalan serius.

Di sisi lain, nilai barang yang cukup besar dapat memperparah kondisi. Kurir harus menanggung risiko lebih tinggi jika konsumen tidak segera menyelesaikan kewajiban.

Baca Juga: Buat Laporan Palsu, Kurir Ekspedisi Diamankan Polres Sukabumi Kota

Perlu Kesadaran Konsumen dan Penegakan Aturan

Masalah ini menunjukkan bahwa sistem COD membutuhkan kesadaran semua pihak. Konsumen perlu memahami bahwa COD mengharuskan pembayaran langsung saat barang diterima. Penundaan atau kesepakatan luar prosedur hanya akan memperbesar risiko.

Selain itu, perusahaan ekspedisi perlu memperkuat aturan agar praktik COD bermasalah tidak terus terjadi. Edukasi kepada konsumen juga menjadi langkah penting agar transaksi berjalan lancar.

Dengan demikian, kasus Pembayaran COD tak sesuai kesepakatan menjadi pengingat bahwa kemudahan transaksi harus sejalan dengan tanggung jawab semua pihak. Jika semua pihak menjalankan peran dengan baik, maka sistem COD dapat tetap menjadi solusi tanpa merugikan kurir.