BeritaTeknologi

FGD Hibah 2026 Fokus Tingkatkan Produktivitas Pokdakan Teratai Fish Farm

6
×

FGD Hibah 2026 Fokus Tingkatkan Produktivitas Pokdakan Teratai Fish Farm

Sebarkan artikel ini
pokdakan teratai fish farm
FGD Optimalisasi Produktivitas Budidaya Ikan pada Pokdakan Teratai Fish Farm, Selasa (19/05) | Doc: Istimewa

Sukabumihitz – Komitmen dalam mendorong pengembangan UMKM berbasis teknologi kembali ditunjukkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Tahun 2026 yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dorektorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Berlangsung pada Selasa (19/05) di Kp. Kutatengah RT 10 RW 004, Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertajuk “Optimalisasi Produktivitas Budidaya Ikan pada Pokdakan Teratai Fish Farm Melalui Sistem Aerasi dan Pengelolaan Keuangan Digital”.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra dalam menghadirkan solusi nyata bagi sektor budidaya perikanan. Selain bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, program ini juga berfokus pada penguatan manajemen usaha berbasis digital agar pelaku UMKM mampu berkembang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Ketua tim, Rusda Wajhillah, bersama anggota Yuri Rahayu, Ita Yulianti, serta mahasiswa Nur Hidayat Suharlan dan Rahma Sri Melati Putri, memaparkan rencana penerapan teknologi aerasi dan pengelolaan keuangan digital kepada mitra. Tim menjelaskan bahwa penggunaan teknologi aerasi akan membantu meningkatkan kualitas oksigen di kolam sehingga proses pembibitan, pendederan, hingga pembesaran ikan dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga: Penguatan Budidaya Ikan Nila melalui Teknologi dan Manajemen Usaha oleh UBSI Sukabumi

Dalam sesi diskusi, Ahmad Rifa’i selaku pimpinan mitra menyambut baik program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan alat kincir sebagai salah satu penerapan teknologi aerasi sangat penting dalam menunjang produktivitas budidaya ikan di Pokdakan Teratai Fish Farm.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini karena memang kebutuhan aerasi sangat penting dalam proses budidaya ikan, mulai dari pembibitan sampai pembesaran. Harapannya, program ini bisa membantu meningkatkan hasil produksi dan mendukung perkembangan usaha kelompok kami,” ujarnya.

Diskusi bersama mitra Pokdakan Teratai Fish Farm | Doc: Istimewa

Selain penyediaan alat aerasi, tim juga menawarkan solusi berupa pelatihan manajemen produksi dan pengelolaan keuangan digital. Melalui pendekatan tersebut, mitra diharapkan mampu mengambil keputusan usaha secara lebih tepat, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus menekan risiko kematian ikan akibat kualitas air yang kurang optimal.

Tidak berhenti pada tahap FGD, tim pelaksana juga akan melanjutkan program melalui pendampingan dan pelatihan intensif. Kegiatan lanjutan ini bertujuan agar anggota kelompok mampu mengoperasikan, merawat, serta memperbaiki alat aerasi secara mandiri. Selain itu, mitra juga akan mempelajari sistem pencatatan keuangan usaha berbasis web yang telah tim kembangkan.

Melalui program ini, LPPM dan Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Sukabumi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Sebagai kampus digital kreatif, UBSI Sukabumi terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain itu UBSI juga memperkuat transformasi digital di sektor UMKM.

Baca juga: Edukasi Efisiensi Biaya dan Pelaporan Dana Lewat Aksi Peduli Lingkungan