Sukabumihitz – Warga Sukabumi menantikan Gerhana Bulan Total pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Fenomena langit ini muncul ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis, lalu bayangan Bumi mengenai permukaan Bulan secara langsung. Jika langit bersih, Bulan biasanya berubah merah dan menghasilkan tampilan Blood Moon yang selalu menarik perhatian banyak orang.
Sejak sore, antusiasme warga meningkat. Mereka menyiapkan kamera, mencari lokasi dengan pandangan luas, dan mengikuti informasi dari BMKG melalui media sosial. Selain itu, beberapa komunitas astronomi lokal mengajak warga mengikuti observasi bersama agar suasana pengamatan terasa lebih edukatif. Mereka berharap langit tetap cerah sampai fase gerhana selesai.
Baca Juga: Konten Viral atau Konten Mesin? Fenomena AI Slop Mengguncang Media Sosial
BMKG Jelaskan Tahapan dan Durasi Fenomena
BMKG memaparkan rangkaian gerhana secara detail. Fase awal muncul sejak senja, kemudian puncak totalitas terjadi sekitar pukul 18.33 WIB. Bagian total berlangsung hampir satu jam, sementara keseluruhan proses mencapai hampir enam jam. Penjelasan ini mendorong rasa penasaran warga karena momen tersebut jarang muncul dalam satu tahun.














