BeritaPendidikan

Sekolah Maung Sukabumi Dinilai Rugikan Siswa Sekitar Kota Sukabumi

0
×

Sekolah Maung Sukabumi Dinilai Rugikan Siswa Sekitar Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Sekolah Maung Sukabumi
Warga Sukabumi Soroti Kebijakan Sekolah Maung, Hilangnya Zonasi Dinilai Rugikan Siswa Sekitar | Sumber: Pinterest.com

Sukabumihitz – Kebijakan Sekolah Maung Sukabumi mulai menuai sorotan masyarakat. Penetapan SMAN 2 Kota Sukabumi sebagai salah satu Sekolah Maung dinilai berpotensi menyulitkan siswa sekitar yang selama ini mengandalkan jalur zonasi untuk masuk sekolah negeri.

Warga Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, mengaku khawatir karena penghapusan jalur zonasi dapat mengurangi akses pendidikan bagi siswa di sekitar sekolah. Selama ini, SMAN 2 Kota Sukabumi menjadi pilihan utama lulusan SMP karena lokasinya dekat dan mudah dijangkau.

Baca Juga: Sekolah Unggulan Sukabumi Masuk Program Maung Jabar

Ketua Forum RW Kelurahan Karamat, Irpan Maulana, mengatakan banyak warga mulai mempertanyakan konsep Sekolah Maung setelah informasi penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 muncul.

“Bukan satu dua, sudah puluhan warga di Kelurahan Karamat bertanya ke kami soal konsep Sekolah Maung ini. SMAN 2 selama ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan negeri terdekat bagi mereka,” jelas Irpan kepada sukabumiupdate.com, Kamis (21/5/2025).

Warga Nilai Sekolah Maung Sukabumi Kurangi Akses Pendidikan

Irpan menegaskan masyarakat tidak menolak program sekolah unggulan. Namun, warga meminta pemerintah membangun sekolah baru jika ingin menjalankan konsep tersebut.

Menurutnya, keberadaan SMA dan SMK negeri di Sukabumi belum merata. Banyak siswa masih bergantung pada sekolah negeri tertentu melalui jalur zonasi.

“Faktanya keberadaan SMA dan SMK Negeri di Sukabumi ini belum merata. Tak setiap kecamatan ada. Selama ini seperti SMAN 2 Kota Sukabumi menjadi tujuan lulusan SMP, tak hanya dari warga sekitar seperti kelurahan karamat dan wilayah Kecamatan Gunungpuyuh, tapi juga kecamatan lain bahkan dari desa-desa di Kabupaten Sukabumi, melalui jalur zonasi” ujar Irpan, dikutip dari SukabumiUpdate.com.

Ia juga menyebut tidak semua siswa mampu memenuhi standar seleksi Sekolah Maung yang berbasis prestasi dan kemampuan akademik.

“Tidak semua anak memiliki kemampuan akademik sesuai prasyarat sekolah maung. Mereka berharap dari jalur zonasi. Jika SMAN 2 tidak membuka jalur zonasi, anak-anak kami mau melanjutkan sekolah dimana? karena sekolah lainnya jauh,” ujarnya, dikutip dari SukabumiUpdate.com.

Kekhawatiran Siswa Sulit Mendapat Sekolah Negeri

Warga menilai penghapusan zonasi dapat memicu ketimpangan akses pendidikan. Banyak keluarga khawatir karena lokasi sekolah negeri lain cukup jauh dari tempat tinggal mereka.

Selain persoalan jarak, biaya transportasi juga menjadi perhatian masyarakat. Tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anak ke sekolah swasta apabila gagal masuk sekolah negeri.

Forum RW Kelurahan Karamat berencana menyampaikan aspirasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Sukabumi agar pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Sekolah Maung Sukabumi Terapkan Seleksi Prestasi

Sekolah Maung Sukabumi
Siswa mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik | Sumber: Pinterest.com

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan konsep Sekolah Maung di 41 sekolah negeri yang terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK. Program ini menggunakan sistem seleksi tanpa jalur zonasi.

Panitia membuka seleksi melalui tiga jalur utama. Jalur kompetensi akademik mendapat kuota 70 persen, kompetensi non-akademik 20 persen, dan potensi akademik 10 persen.

Di wilayah Sukabumi, pemerintah menetapkan SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu, dan SMKN 1 Cibadak sebagai Sekolah Maung.

“Di Sekolah Maung ini nanti tidak ada lagi jalur zonasi,” tegas Purwanto saat menghadiri acara Kick Off SPMB Sekolah Maung, SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat 2026 di Stadion Arcamanik, Senin (18/5/2026).