Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Scrolling Sebelum Tidur? Kebiasaan Gen Z yang Diam-diam Picu Kecemasan

Scrolling Sebelum Tidur? Kebiasaan Gen Z yang Diam-diam Picu Kecemasan

  • account_circle Anita Rahmawati
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Di era digital saat ini, membuka media sosial sebelum tidur telah menjadi kebiasaan yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan Gen Z. Aktivitas seperti scrolling TikTok, Instagram, atau Twitter sambil berbaring memang terasa menyenangkan dan kerap dijadikan pelarian untuk melepas lelah setelah beraktivitas. Namun, tanpa sadar, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental, bahkan memicu gangguan kecemasan (anxiety).

Menurut data dari Kementerian Kominfo dan Katadata Insight Center tahun 2022, lebih dari separuh Gen Z di Indonesia secara rutin mengakses media sosial di malam hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 37% melaporkan mengalami gangguan tidur akibat terlalu lama bermain ponsel. Penelitian lain juga mencatat bahwa penggunaan media sosial selama lebih dari dua jam setelah pukul 9 malam dapat meningkatkan risiko munculnya kecemasan ringan.

Meski terlihat sepele, kebiasaan scrolling ini ternyata menyimpan berbagai dampak psikologis yang tidak bisa terabaikan. Konten yang bersifat negatif, perbandingan hidup yang tidak realistis, hingga komentar yang bernada menyudutkan dapat membuat pikiran menjadi tegang dan sulit beristirahat. Hal ini mendorong munculnya overthinking, gangguan tidur, perubahan mood, dan perasaan cemas yang terus menghantui bahkan saat memulai hari baru.

Baca juga : Jangan Anggap Sepele! Kenali Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Kenapa Scrolling Sebelum Tidur Bisa Picu Anxiety?

1. Stimulasi Otak yang Berlebihan

Media sosial menyajikan konten yang terus-menerus berubah, cepat, dan seringkali emosional. Ini membuat otak tetap aktif bahkan saat tubuh sedang lelah. Bukannya rileks, otak malah menjadi lebih waspada dan sulit beristirahat.

2. Paparan Cahaya Biru dari Layar

Cahaya biru (blue light) dari ponsel menekan produksi hormon melatonin, yang bertugas mengatur siklus tidur. Akibatnya, kamu jadi lebih sulit mengantuk dan tidur tidak nyenyak, yang berkontribusi pada meningkatnya kecemasan keesokan harinya.

3. Perbandingan Sosial (Social Comparison)

Saat melihat postingan teman atau influencer yang terlihat “sempurna”, kamu mungkin mulai merasa kurang, tidak cukup berhasil, atau bahkan gagal. Inilah yang disebut toxic comparison, salah satu pemicu utama gangguan kecemasan di kalangan anak muda saat ini.

4. Konten Negatif atau Memicu Emosi

Video atau berita dengan tema tragis, komentar jahat, atau drama online bisa memicu ketegangan emosional. Ini bisa memengaruhi mood secara keseluruhan, bahkan terbawa hingga esok hari.

Tanda-Tanda Kamu Mulai Terpengaruh

  1. Kamu mulai sulit tidur karena pikiran masih aktif memikirkan hal-hal dari media sosial.
  2. Muncul rasa cemas atau gelisah tanpa penyebab yang jelas, terutama saat bangun tidur.
  3. Kamu merasa kelelahan secara mental meski tidak melakukan banyak aktivitas sepanjang hari.
  4. Ada perasaan tidak cukup baik atau tidak sebanding dengan pencapaian orang lain.
  5. Semakin tergantung pada notifikasi dan takut ketinggalan informasi penting (FOMO).

Cara Mengurangi Dampaknya

  1. Batasi penggunaan ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur agar otak punya waktu untuk tenang.
  2. Ubah rutinitas malam dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku atau journaling.
  3. Hapus atau sembunyikan akun-akun yang membuatmu merasa tidak percaya diri atau tertekan.
  4. Aktifkan fitur blue light filter untuk mengurangi paparan cahaya layar di malam hari.
  5. Cobalah detoks media sosial selama beberapa hari agar pikiran bisa benar-benar istirahat.

Kesehatan mental adalah aset penting, apalagi di tengah derasnya arus informasi digital. Mulai sekarang, yuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama menjelang waktu istirahat. Ingat, kamu nggak harus tahu semua hal setiap saat. Kadang, disconnect adalah bentuk terbaik dari self-care.

Baca juga : Minum Teh Setelah Makan: Sehat atau Berisiko?

  • Penulis: Anita Rahmawati

Rekomendasi Untuk Anda

  • junior

    Kejuaraan Asia Junior Team Badminton 2025 Digelar di Solo, Indonesia Jadi Tuan Rumah

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Indonesia kembali menarik perhatian dunia bulu tangkis dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Junior 2025 kategori tim, yang berlangsung di Manahan Indoor Sports Hall, Surakarta, pada 18–22 Juli 2025. Selain itu, turnamen ini masuk dalam rangkaian Badminton Asia Junior Championships 2025, salah satu ajang paling prestisius bagi atlet junior di Asia, sehingga banyak […]

  • VICTOR China Open 2025

    VICTOR China Open 2025: Pertarungan Elite di Ajang Super 1000

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Changzhou, Jiangsu 22–27 Juli 2025 Turnamen bergengsi VICTOR China Open 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 1000, digelar di Changzhou Olympic Sports Centre Gymnasium. Dengan total hadiah mencapai USD 2 juta, turnamen ini menjadi magnet bagi pebulutangkis terbaik dunia yang berjuang memperebutkan gelar dan poin penting menuju World Tour […]

  • Smart Helmet dengan AR Navigasi: Inovasi Cerdas untuk Pengendara Sepeda dan Motor

    Smart Helmet dengan AR Navigasi: Inovasi Cerdas untuk Pengendara Sepeda dan Motor

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Perkembangan teknologi wearable kini berkembang ke dunia transportasi dengan hadirnya smart helmet atau helm pintar. Tidak hanya berfungsi melindungi kepala, helm pintar ini dilengkapi dengan teknologi augmented reality (AR) navigasi yang memberikan pengalaman berkendara lebih aman, praktis, dan modern, baik untuk pengendara sepeda maupun motor. Berbekal teknologi augmented reality (AR), helm ini mampu […]

  • mahasiswa

    Mahasiswa Integrasikan Nilai Islam dalam Edukasi Perpajakan di SMK Tamansiswa Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi berhasil menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Perpajakan bagi Siswa Kelas XII SMK Tamansiswa Kota Sukabumi”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membahas teori ekonomi, tetapi juga menjadikan materi perpajakan sebagai sarana penerapan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kehidupan bernegara. […]

  • Festival Edukasi & Inovasi AI 2025 mengungsung tema “EDUvolution: Where Innovation Meets Intelligence” | Doc. Istimewa

    “EDUvolution” Dimulai: Ketika Inovasi Bertemu Kecerdasan Buatan di UBSI

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    UBSI akan menggelar Festival AI 2025 pada 2 Juli di Kalimalang untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri teknologi. Festival bertema “EDUvolution: Where Innovation Meets Intelligence” ini menghadirkan para ahli untuk membahas peran AI di masa depan. Ketua pelaksana kegiatan, […]

  • TKW

    TKW Asal Sukabumi Diduga Disekap Agen di Shanghai, Keluarga Diminta Tebusan Rp50 Juta

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz  – Nasib tragis menimpa Lanti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi yang saat ini bekerja di Shanghai, Tiongkok. Alih-alih meraih kehidupan yang lebih baik di luar negeri, Lanti justru menjadi korban dugaan penyekapan oleh agen penyalur. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima tuntutan uang tebusan senilai puluhan juta rupiah sebagai syarat […]

expand_less