Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Perjuangan Yudi: Hidup Sebatang Kara, Rumah Roboh, Kini Berjuang Melawan Penyakit

Perjuangan Yudi: Hidup Sebatang Kara, Rumah Roboh, Kini Berjuang Melawan Penyakit

  • account_circle Anita Rahmawati
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Seorang remaja bernama Yudi, warga Kampung Tamanjaya RT 01/01, Desa Tamanjaya, menghadapi cobaan hidup yang begitu berat. Di usianya yang seharusnya diisi dengan sekolah dan bermain bersama teman sebaya, Yudi justru berjuang menghadapi berbagai kenyataan pahit.

Yudi menjadi korban perceraian kedua orang tuanya atau broken home. Kondisi keluarganya membuat masa depannya seolah kehilangan arah. Dulu, sang nenek merawat dan menyayanginya. Namun, nenek yang menjadi tempatnya bersandar telah meninggal dunia. Sejak itu, Yudi harus menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri.

Saat ini, Yudi menumpang di rumah neneknya yang lain. Kondisi rumah itu sangat memprihatinkan. Sang nenek juga sudah lanjut usia sehingga tidak mampu merawatnya secara maksimal. Sementara itu, ibunya yang bekerja sebagai tenaga kerja migran di luar negeri tidak pernah memberi kabar. Di sisi lain, ayahnya memilih lepas tangan dan mengabaikan kebutuhan hidup maupun masa depan Yudi.

Rumah Roboh, Yudi Kehilangan Tempat Berteduh

Berdasarkan informasi terbaru, rumah yang selama ini menjadi tempat Yudi menumpang telah roboh hingga rata dengan tanah. Kini, bahkan kesulitan mencari tempat untuk berteduh dari panas dan hujan.

Di tengah keterbatasan itu, kondisi kesehatan Yudi terus menurun. Ia terbaring lemas karena sakit. Benjolan muncul di bagian leher dan dalam mulutnya. Selain itu, ia juga mengalami sesak napas. Kondisinya semakin melemah dari hari ke hari. Dugaan sementara mengarah pada penyakit tumor yang menyerang tubuhnya.

Warga Berharap Bantuan Segera Datang

Kondisi Yudi membuat warga dan para tetangga merasa iba. Namun, keterbatasan ekonomi menghalangi mereka memberikan bantuan yang lebih besar. Mereka hanya mampu membantu sebisanya karena biaya pengobatan dan perbaikan rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kisah ini menjadi potret nyata tentang jeritan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian. Ia membutuhkan bantuan dari para dermawan serta instansi pemerintah, seperti dinas sosial dan dinas kesehatan. Warga berharap berbagai pihak segera memberikan bantuan agar Yudi memperoleh penanganan medis yang layak dan memiliki tempat tinggal yang aman.

  • Penulis: Anita Rahmawati

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam | Sumber: Google

    Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bulan Ramadan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap berbagi melalui aksi kemanusiaan. Untuk menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci, Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi menghadirkan layanan donor darah selama 24 jam penuh. Kebijakan ini berbeda dari hari biasa. Sebelumnya, PMI hanya membuka layanan donor pada pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Salah […]

  • TKW

    TKW Asal Sukabumi Diduga Disekap Agen di Shanghai, Keluarga Diminta Tebusan Rp50 Juta

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz  – Nasib tragis menimpa Lanti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi yang saat ini bekerja di Shanghai, Tiongkok. Alih-alih meraih kehidupan yang lebih baik di luar negeri, Lanti justru menjadi korban dugaan penyekapan oleh agen penyalur. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima tuntutan uang tebusan senilai puluhan juta rupiah sebagai syarat […]

  • Jalan Rusak

    Miris Tiga Bulan Jalan Rusak di Sukalarang Tak Diperbaiki Korban Terus Bertambah

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Sukabumi dan Cianjur, tepatnya di sekitar Jembatan Ciganda, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, kini makin memprihatinkan. Kerusakan yang sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir ini belum kunjung diperbaiki secara permanen. Jalan berlubang, genangan air, dan bergelombang membuat kendaraan harus melaju perlahan dan zig-zag untuk menghindari lubang. Jalan tersebut sangat […]

  • kostum

    Pesona Kreativitas Seragam Angkat Pasukan Raih Kostum Terbaik LKBB BSI FLASH 2025

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – LKBB BSI FLASH 2025 yang berlangsung di Universitas BSI Sukabumi sebagai Kampus Digital Kreatif kembali memukau publik dengan penampilan pasukan yang tidak hanya menonjolkan disiplin baris-berbaris, tetapi juga kreativitas visual. Kategori Kostum Terbaik muncul sebagai ajang penghargaan bagi sekolah yang berhasil menghadirkan identitas dan ciri khas pasukan melalui desain seragam. Tahun ini, sorotan penonton tertuju pada pasukan […]

  • PLN Icon Plus Luncurkan Ultima

    Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Icon Plus Rilis Layanan “ULTIMA”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – PLN Icon Plus secara resmi memperkenalkan layanan terbaru mereka, Home Charging Services (HCS) dengan merek Ultima – Easy Charging, Easy Living, dalam sebuah acara di Grand City Convex Surabaya. Strategi ini bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia dengan menyediakan solusi home charging yang aman dan efisien. Mendorong Ekosistem Kendaraan Listrik […]

  • Beasiswa UBSI Jadi Pilihan Siswa SMKN 2 Sukabumi

    Beasiswa UBSI Jadi Pilihan Siswa SMKN 2 Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Beasiswa UBSI menjadi salah satu peluang pendidikan yang mendapat dukungan dari Kepala SMK Negeri 2 Sukabumi, Ibu Mia Amalia. Ia memberikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil lolos seleksi masuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Apresiasi tersebut ia sampaikan setelah kegiatan Seminar Kemerdekaan Digital. Ia berharap para siswa penerima beasiswa mampu memanfaatkan […]

expand_less