Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Fenomena Quiet Learning: Saat Mahasiswa Belajar Tanpa Terlihat Ambis

Fenomena Quiet Learning: Saat Mahasiswa Belajar Tanpa Terlihat Ambis

  • account_circle Shinta Septi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Quiet Learning menggambarkan mahasiswa yang menunjukkan usaha akademik tinggi tanpa aktif bersuara, tanpa tampil mencolok dalam diskusi kelas, atau tidak secara eksplisit menunjukkan ambisi. Mahasiswa seperti ini mungkin memilih untuk menyimak lebih banyak ketimbang berbicara, memahami materi lewat bacaan, tugas, dan refleksi pribadi.

Kenapa Quiet Learning Muncul?

Fenomena Quiet Learning muncul karena beberapa faktor yang saling terkait:

  • Budaya akademik dan harapan sosial: Mahasiswa merasa bahwa tampil vokal atau ambisius bisa disalahartikan sebagai mencari perhatian. Mereka lebih nyaman menunjukkan usaha lewat prestasi bukan tampil.
  • Karakter pribadi: Introversi, rasa cemas di depan publik, takut salah, atau standar perfeksionis bisa membuat mahasiswa memilih diam, tapi belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Metode pembelajaran & perkuliahan daring: Kuliah daring dan hybrid memberi ruang bagi mahasiswa yang cenderung pasif namun tetap mampu menyerap materi dari jauh. Namun, partisipasi verbal seperti bertanya dan berdiskusi sering kali rendah.

Dampak Quiet Learning Terhadap Proses Akademik

Quiet Learning membawa efek positif dan negatif bila tidak ditangani secara seimbang:

Positif

  • Konsentrasi mahasiswa lebih terjaga karena sedikit gangguan verbal. Mereka dapat fokus pada materi, melakukan refleksi pribadi, serta memahami bagian yang sulit dengan lebih baik.
  • Mahasiswa cenderung mengembangkan strategi belajar sendiri, seperti membaca sumber tambahan, berdiskusi secara informal dengan teman, atau mencari materi secara daring.

Negatif

  • Tanpa interaksi aktif, mahasiswa dapat kehilangan kesempatan untuk klarifikasi, berdiskusi secara kritis, atau menerima umpan balik langsung dari dosen.
  • Mahasiswa yang tidak tampak ambisius terkadang kurang mendapat perhatian dalam tawaran beasiswa, proyek penelitian, atau program magang. Hal ini terjadi karena dosen cenderung memilih mahasiswa yang lebih aktif.
  • Mahasiswa yang tergolong quiet learner sering kali menyimpan kekhawatiran sendiri, terutama jika tidak mendapatkan dukungan emosional atau pengembangan karakter yang mendorong keberanian akademik.

Baca Juga : Ketika Diam Bukan Berarti Sendiri: Cerita Pertemanan Ala Introvert di Kampus

 

  • Penulis: Shinta Septi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Literasi ke Aksi: Riset UBSI Buktikan Aplikasi Koperasi Bisa Dorong Kesejahteraan Dosen | Doc: Istimewa

    Dari Literasi ke Aksi: Riset UBSI Buktikan Aplikasi Koperasi Bisa Dorong Kesejahteraan Dosen

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tim peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi mengungkapkan bahwa keberhasilan digitalisasi koperasi tidak hanya bergantung pada literasi digital pengguna, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas fitur serta kemudahan akses aplikasi yang digunakan. Penelitian berjudul “Dampak Literasi Digital dan Fitur Aplikasi Koperasi terhadap Kesejahteraan Dosen” menemukan inovasi teknologi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Bangun Jati Diri Digital: Mentorship Pribumi Kupas Pentingnya Moral di Era Siber | Sumber: Doc. Istimewa

    Komunitas Pribumi Perkuat Karakter Digital Generasi Muda Lewat Mentorship Inspiratif

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Perkembangan masif dunia maya menuntut setiap individu memiliki benteng moral yang kuat. Menjawab tantangan ini, Komunitas Pribumi sukses menyelenggarakan Beasiswa Mentorship Pribumi Materi 5. Acara ini bertajuk pembangunan etika dan karakter digital. Fokus utamanya adalah memadukan norma siber global dengan kekayaan kearifan lokal Indonesia. Acara berlangsung intensif melalui Zoom pada Kamis malam (21/11/2025), […]

  • Parenting Day SMPN 10 Sukabumi: Saat Orang Tua Belajar Menguatkan Anak | Doc. Istimewa

    Tak Perlu Orang Tua Sempurna, Parenting Day Ini Ungkap Kunci Tumbuh Kembang Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Setelah sukses menggelar kegiatan Career Day, SMPN 10 Kota Sukabumi melanjutkan rangkaian acara dengan Parenting Day dengan tema “Menyembuhkan Diri, Menguatkan Anak: Peran Pikiran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak”,  yang berlangsung di Aula Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi pada Senin, 28 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan orang tua dan siswa […]

  • Karir Cemerlang di Sistem dan Teknologi Informasi

    Karir Cemerlang di Sistem Informasi

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jurusan Sistem dan Informasi telah menjadi salah satu pilihan studi yang sangat diminati. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, jurusan ini memberikan fokus utama pada pengembangan, penerapan, dan manajemen sistem informasi, sehingga menawarkan banyak peluang karir yang menarik di dunia digital. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa prospek kerja yang bisa dipertimbangkan oleh lulusan […]

  • Jangan Anggap Sepele, Ini Dampak Buruk Kipas Angin Jika Terlalu Lama Digunakan

    Jangan Anggap Sepele, Ini Dampak Buruk Kipas Angin Jika Terlalu Lama Digunakan

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kipas angin masih menjadi andalan banyak orang sebagai solusi praktis untuk mendinginkan ruangan. Selain harganya yang terjangkau dan pemakaian listriknya hemat, alat ini juga mudah ditemukan di hampir setiap rumah maupun kantor. Namun, tahukah kamu bahwa terlalu lama menyalakan kipas angin bisa berdampak buruk bagi kesehatan? Penggunaan yang berlebihan, terutama tanpa pengaturan waktu […]

  • DevOps Engineer Jadi Profesi Masa Depan, Simak Skill yang Wajib Kamu Kuasai

    DevOps Engineer Jadi Profesi Masa Depan, Simak Skill yang Wajib Kamu Kuasai

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Shinta Nur Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Perkembangan teknologi digital mendorong perusahaan untuk menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan mampu mengikuti kebutuhan pengguna. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap talenta teknologi informasi terus meningkat, termasuk profesi DevOps Engineer. Peran ini semakin penting karena mampu menghubungkan proses pengembangan aplikasi dengan operasional sistem agar berjalan lebih efisien. DevOps Engineering bukan sekadar kemampuan teknis dalam […]

expand_less