Sukabumihitz – Longsor Cibeber–Lampegan pada Minggu malam, 19 April 2026, menghambat perjalanan KA Siliwangi tujuan Sukabumi. Material tanah menutup jalur rel antara Stasiun Cibeber serta Lampegan, Kabupaten Cianjur, sehingga kereta tidak dapat melintas untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut langsung memengaruhi operasional kereta api. Petugas menghentikan perjalanan KA Siliwangi karena mereka harus memastikan jalur aman sebelum kereta kembali berjalan. Langkah ini penting untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan penumpang maupun kru.
Baca Juga: Sinergi Zilenial dan Pemerintah Hijaukan Titik Rawan Longsor di Sukabumi
Kronologi Longsor Cibeber–Lampegan
Longsor Cibeber–Lampegan terjadi sekitar pukul 20.25 WIB pada titik kilometer 74+9/0. Tanah dari lereng turun dan menutup rel sehingga perjalanan terganggu. Petugas lapangan segera memeriksa kondisi jalur lalu mengambil keputusan cepat untuk menghentikan perjalanan sementara.
Keputusan tersebut bertujuan menjaga keselamatan seluruh pihak. Petugas juga langsung melaporkan kondisi jalur agar tim teknis dapat segera melakukan penanganan.
Dampak Keterlambatan KA Siliwangi
Gangguan jalur menyebabkan KA Siliwangi mengalami keterlambatan. Penumpang harus menunggu hingga proses pembersihan selesai. Meskipun situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan, KAI tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Selain itu, KAI terus menyampaikan informasi terbaru melalui kanal resmi. Penumpang dapat memantau perkembangan perjalanan sehingga tidak kehilangan informasi penting terkait jadwal.
Respons Cepat KAI Menangani Jalur
KAI segera mengirim tim teknis menuju lokasi setelah menerima laporan. Petugas membersihkan material tanah yang menutup rel serta memeriksa struktur jalur secara menyeluruh. Mereka memastikan jalur kembali aman sebelum mengizinkan kereta melintas.
KAI juga meningkatkan pengawasan pada area lereng sekitar jalur. Langkah ini penting untuk mencegah potensi longsor susulan yang dapat mengganggu perjalanan berikutnya. Koordinasi dengan berbagai pihak terus berjalan agar proses pemulihan berlangsung cepat.
Imbauan untuk Penumpang dan Warga
KAI menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi. Penumpang perlu mengikuti informasi resmi agar mengetahui perkembangan terbaru. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap wilayah rawan longsor, terutama jalur transportasi yang melintasi kawasan perbukitan.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Tebing Longsor di Jampangtengah
Penutup: Pemulihan Jalur Terus Berjalan
Tim teknis terus mempercepat proses penanganan agar jalur kembali normal. KAI berkomitmen menjaga keamanan serta kenyamanan perjalanan bagi masyarakat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, operasional KA Siliwangi menuju Sukabumi diharapkan segera pulih sepenuhnya.














