Sukabumihitz – Harga berbagai jenis plastik di wilayah Kota Sukabumi mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini berdampak langsung pada pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mulai merasakan tekanan pada biaya produksi.
Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Sukabumi mengungkapkan bahwa harga kantong plastik, tali rafia, hingga kemasan makanan mengalami kenaikan cukup tajam. Bahkan, beberapa jenis plastik kini memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada beberapa bulan sebelumnya.
Baca Juga : Pentingnya Literasi Sampah Plastik untuk Keluarga Sehat dan Lingkungan Bersih
Salah seorang pedagang mengaku harga kantong plastik yang sebelumnya berkisar Rp10 ribuan per pak kini naik menjadi sekitar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu. Kenaikan ini terasa cukup memberatkan, terutama bagi pedagang kecil yang memakai plastik setiap hari.
UMKM Kota Sukabumi Tertekan
Dampak paling terasa dirasakan oleh pelaku UMKM di Kota Sukabumi. Banyak usaha kuliner dan jajanan yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk penjualan produk mereka.
Seorang pelaku UMKM mengungkapkan bahwa harga plastik kiloan mengalami lonjakan drastis, dari sekitar Rp30 ribuan menjadi lebih dari Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, kemasan modern seperti standing pouch juga mengalami kenaikan harga.
Kondisi ini membuat pelaku usaha harus memutar otak. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen. Namun di sisi lain, biaya produksi yang terus meningkat membuat margin keuntungan semakin menipis.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Plastik
Kenaikan harga plastik ini muncul karena dugaan adanya pengaruh dari naiknya harga bahan baku yang berasal dari turunan minyak bumi. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah serta distribusi barang juga turut memengaruhi harga di tingkat daerah.
Beberapa pedagang menyebut pasokan plastik juga sempat tersendat, sehingga menyebabkan harga semakin tidak stabil di pasaran.
Pedagang Mulai Berhemat
Untuk menyiasati kondisi tersebut, sejumlah pedagang di Kota Sukabumi mulai mengurangi penggunaan plastik. Ada yang mengganti ukuran kemasan, hingga mengurangi lapisan pembungkus untuk menekan biaya.
Baca Juga : ECO HEAL, Inisiatif Hijau UKM PELITA untuk Mengurangi Sampah Plastik dan Menanam Tanaman Obat
Dampak dari kenaikan ini juga berpotensi dirasakan konsumen. Jika kondisi terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga sejumlah produk ikut mengalami kenaikan.
Para pelaku usaha berharap adanya langkah dari pemerintah untuk membantu menstabilkan harga, sehingga aktivitas ekonomi, khususnya di sektor UMKM Kota Sukabumi, dapat tetap berjalan dengan baik.














