Sukabumihitz – Di tengah pesatnya penetrasi teknologi di dunia pendidikan, penguatan nilai-nilai kebangsaan memerlukan pendekatan yang segar dan relevan. Menyadari hal tersebut, sembilan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam Kelompok 2 Mata Kuliah Kewarganegaraan sukses menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SDN Dewi Sartika CBM, Senin (11/05/2026).
Mengusung tema “Edukasi Wawasan Nusantara Berbasis Pembelajaran Digital”, inisiatif ini dirancang untuk menjembatani materi kurikulum tradisional dengan instrumen teknologi modern. Tim mahasiswa yang terdiri dari Anisa Julia Utami, Hafiyyah Mufaridah, Kendesi Hanum Jingga Hapsari Santoso, M. Chaydar G, M. Azriel Razki Rahman, Nasywa Sabilla, Nayshila Rahma Ramadhani, Reva Dwiyanti, dan Shaffiyah Zahra Firmansyah terjun langsung memberikan pemahaman baru bagi para siswa sekolah dasar.
Baca juga: Microsoft Power BI Jadi Media Pembelajaran Analisis Data untuk Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi
Menyiapkan Generasi Emas 10 Tahun Mendatang
Integrasi teknologi dalam penyampaian materi Wawasan Nusantara bertujuan untuk mempermudah visualisasi konsep geografis, budaya, dan persatuan Indonesia. Pihak sekolah menyambut positif langkah ini sebagai bentuk adaptasi terhadap tuntutan zaman yang kian dinamis.
Perwakilan Bidang Kurikulum SDN Dewi Sartika CBM menekankan bahwa pendidikan saat ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan.
“Sebagai guru, saya berharap anak-anak saat ini bisa mengikuti zaman karena kita mempersiapkan mereka bukan untuk hari ini, namun untuk sepuluh tahun mendatang. Apapun yang mereka pelajari hari ini, saya berharap bisa berdampak besar untuk masa yang akan datang,” ujarnya.
Teknologi Canggih, Karakter Tetap Terjaga
Meskipun fokus pada digitalisasi, kegiatan PKM ini tidak melupakan aspek fundamental yaitu budi pekerti. Para mahasiswa menyisipkan pesan moral agar penggunaan gawai dan platform digital tetap berlandaskan pada etika serta identitas diri sebagai bangsa Indonesia.
Pihak kurikulum sekolah juga menitipkan pesan mendalam mengenai keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan perilaku. Ia menegaskan bahwa kecanggihan alat tidak boleh menggerus nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi ciri khas pelajar Indonesia.
“Walaupun dengan kecanggihan teknologi hari ini, saya berharap anak-anak tetap memiliki karakter, adab, dan sopan santun yang bisa mereka bawa ke mana pun,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 2 PKM Universitas BSI berharap siswa mampu menggunakan perangkat digital dan memiliki karakter kuat. Sinergi antara akademisi dan sekolah ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif namun tetap beretika.














