Sukabumihitz – Kiprah Muhamad Naufal Amirul Ma’arif, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melahirkan inovasi nyata sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia tidak hanya fokus pada teori perkuliahan, tetapi juga mengembangkan bisnis dan terjun langsung ke lapangan dan memberikan dampak sosial.
Naufal mendirikan ZAMA AUTO SPORT sebagai bentuk integrasi antara kemampuan analisis data dan pengalaman kerja di bidang konstruksi serta otomotif. Ia membangun bisnis tersebut dengan perencanaan matang, riset pasar, serta manajemen tim yang terstruktur. Melalui ZAMA AUTO SPORT, ia tidak hanya mengembangkan usaha komersial, tetapi juga memperluas kontribusi sosial di lingkungan sekitarnya.
“Bisnis ini bukan hanya peluang ekonomi. Saya ingin membuka lapangan kerja bagi mereka yang pendidikannya terbatas dan membangun fasilitas olahraga yang mendorong gaya hidup sehat,” tutur Naufal dalam wawancara melalui Whatsapp, pada Jumat (27/02).
Ia mengelola tim dengan pendekatan profesional dan disiplin tinggi. Pengalaman menghadapi tekanan proyek, tenggat waktu, serta ekspektasi klien membentuk karakter kepemimpinannya. Ia belajar mengambil keputusan cepat, menjaga komunikasi tim, dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas.
“Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi ketenangan, keadilan, dan kemampuan menjaga tim tetap solid di bawah tekanan,” tambahnya.
Dalam menjalankan bisnisnya, Naufal memanfaatkan pola pikir analitis yang ia pelajari di bangku kuliah. Ia menerapkan perhitungan berbasis data untuk membaca tren pasar, mengatur strategi pemasaran, hingga memprediksi kebutuhan klien. Pendekatan tersebut membantunya mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi operasional.
Baca juga: Mahasiswa UNM Kembangkan CloUp, Tekan Limbah Tekstil Lewat Preloved Fashion
Menurut Naufal, sistem pembelajaran di UNM mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif. Dosen tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengarahkan mahasiswa agar mampu mengimplementasikan ilmu dalam dunia nyata.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM membekali saya cara berpikir sistematis dan analitis. Ke depan, integrasi data analytics dan konstruksi akan menjadi keunggulan utama dalam industri,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa perpaduan antara teknologi digital dan sektor konstruksi akan menciptakan efisiensi yang lebih tinggi, mulai dari perencanaan proyek hingga evaluasi kinerja. Dengan memanfaatkan data analytics, pelaku industri dapat mengambil keputusan berbasis fakta dan meminimalkan kesalahan perencanaan.
Sementara itu, Ketua Prodi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menilai bahwa langkah Naufal mencerminkan keberhasilan sistem pendidikan yang diterapkan kampus. Ia menyebut mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga didorong untuk membangun kreativitas dan keberanian berwirausaha.
“Kami bangga karena mahasiswa seperti Naufal mampu menjadi pelaku industri sejak dini. Inilah wujud nyata Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang menyiapkan lulusan berdaya saing dan visioner,” pungkasnya.
Keberhasilan Naufal menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memanfaatkan pendidikan tinggi sebagai fondasi untuk membangun inovasi konkret. Ia membuktikan bahwa kombinasi ilmu sains data, pengalaman lapangan, dan keberanian mengambil peluang dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing di dunia industri.














