Pendidikan

Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif dari Sistem Kebut Semalam

2
×

Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif dari Sistem Kebut Semalam

Sebarkan artikel ini
belajar 10 menit
Belajar 10 menit setiap hari dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada belajar semalaman menjelang ujian | Sumber: Magnific.com

Sukabumihitz – Belajar 10 menit setiap hari ternyata lebih efektif dibandingkan sistem kebut semalam yang masih sering dilakukan mahasiswa menjelang ujian atau tenggat tugas. Banyak mahasiswa berusaha mempelajari materi dalam satu malam dengan harapan dapat menguasainya dalam waktu singkat.

Cara ini memang dapat membantu mengingat informasi untuk sementara, tetapi tidak selalu memberikan hasil terbaik dalam jangka panjang.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa belajar 10 menit setiap hari mampu meningkatkan daya ingat dan pemahaman secara lebih efektif. Para ahli menyebut metode ini sebagai spacing effect atau pembelajaran bertahap. Teknik tersebut membagi waktu belajar ke dalam sesi singkat yang mahasiswa jalankan secara rutin.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Jangan Asal Pilih Kampus Sebelum Kuliah

Mengapa Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif?

Para peneliti telah mempelajari cara kerja memori manusia selama puluhan tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat membantu otaknya menyimpan informasi lebih baik dengan mengulang materi secara berkala daripada mempelajarinya dalam satu sesi panjang

Saat seseorang belajar selama 10 menit setiap hari, otak memiliki waktu untuk memproses dan memperkuat informasi secara bertahap. Setiap sesi belajar membantu memperkuat jalur memori sehingga seseorang lebih mudah mengingat materi saat membutuhkannya.

Sebaliknya, sistem kebut semalam membuat otak menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Kondisi ini sering memicu kelelahan mental dan membuat mahasiswa lebih cepat melupakan informasi setelah ujian berakhir.

Penelitian Mendukung Metode Belajar Bertahap

Sejumlah penelitian mendukung manfaat pembelajaran bertahap. Pada 2024, peneliti yang menulis di jurnal BMC Medical Education menemukan bahwa metode spaced learning menghasilkan retensi memori yang lebih baik dibandingkan pembelajaran tanpa jeda.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Warga Sukabumi Khawatir Pertalite Langka