Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif dari Sistem Kebut Semalam

Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif dari Sistem Kebut Semalam

  • account_circle Hasna Wulandari
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Belajar 10 menit setiap hari ternyata lebih efektif dibandingkan sistem kebut semalam yang masih sering dilakukan mahasiswa menjelang ujian atau tenggat tugas. Banyak mahasiswa berusaha mempelajari materi dalam satu malam dengan harapan dapat menguasainya dalam waktu singkat.

Cara ini memang dapat membantu mengingat informasi untuk sementara, tetapi tidak selalu memberikan hasil terbaik dalam jangka panjang.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa belajar 10 menit setiap hari mampu meningkatkan daya ingat dan pemahaman secara lebih efektif. Para ahli menyebut metode ini sebagai spacing effect atau pembelajaran bertahap. Teknik tersebut membagi waktu belajar ke dalam sesi singkat yang mahasiswa jalankan secara rutin.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Jangan Asal Pilih Kampus Sebelum Kuliah

Mengapa Belajar 10 Menit Setiap Hari Lebih Efektif?

Para peneliti telah mempelajari cara kerja memori manusia selama puluhan tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat membantu otaknya menyimpan informasi lebih baik dengan mengulang materi secara berkala daripada mempelajarinya dalam satu sesi panjang

Saat seseorang belajar selama 10 menit setiap hari, otak memiliki waktu untuk memproses dan memperkuat informasi secara bertahap. Setiap sesi belajar membantu memperkuat jalur memori sehingga seseorang lebih mudah mengingat materi saat membutuhkannya.

Sebaliknya, sistem kebut semalam membuat otak menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. Kondisi ini sering memicu kelelahan mental dan membuat mahasiswa lebih cepat melupakan informasi setelah ujian berakhir.

Penelitian Mendukung Metode Belajar Bertahap

Sejumlah penelitian mendukung manfaat pembelajaran bertahap. Pada 2024, peneliti yang menulis di jurnal BMC Medical Education menemukan bahwa metode spaced learning menghasilkan retensi memori yang lebih baik dibandingkan pembelajaran tanpa jeda.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Warga Sukabumi Khawatir Pertalite Langka

  • Penulis: Hasna Wulandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Pernah Memimpin Menjadi Ketua OSIS, Masa Masih Ragu Lanjut Kuliah Ini Solusinya | Sumber: Pinterest

    Sudah Pernah Memimpin Menjadi Ketua OSIS, Masa Masih Ragu Lanjut Kuliah? Ini Solusinya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Banyak siswa SMA/SMK pernah aktif berorganisasi, bahkan menjabat sebagai Ketua OSIS. Namun setelah lulus, mereka tetap merasa bingung menentukan langkah. Mereka mulai mempertanyakan pilihan kampus, jurusan, hingga biaya kuliah yang terasa semakin berat. Pengalaman OSIS Bukan Sekadar Pengalaman Biasa Banyak siswa menganggap pengalaman organisasi hanya sebagai aktivitas tambahan. Padahal, peran sebagai Ketua OSIS […]

  • TimnasDay

    Timnas Indonesia Bermain Imbang 3-3 Melawan Laos di Fase Grup Piala AFF 2024

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Solo – Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Laos di fase grup Piala AFF 2024 berakhir dengan skor imbang 3-3. Laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Kamis (12/12), menyuguhkan duel penuh aksi dengan enam gol tercipta, meski Indonesia harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua. Babak Pertama: Empat Gol dalam 18 […]

  • The Fantastic Four: First Steps Suguhkan Nuansa Retro dan Kehangatan Keluarga di Reboot MCU Terbaru

    The Fantastic Four: First Steps Suguhkan Nuansa Retro dan Kehangatan Keluarga di Reboot MCU Terbaru

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Marvel Studios secara resmi merilis The Fantastic Four: First Steps di seluruh bioskop Indonesia pada 23 Juli 2025. Film ini membuka fase keenam Marvel Cinematic Universe (MCU) dengan pendekatan baru: menghadirkan cerita mandiri yang tidak menuntut penonton untuk mengikuti jejak film-film Marvel sebelumnya. Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, menegaskan bahwa First Steps merupakan […]

  • JBZ Kabupaten Sukabumi dan CDK Wilayah III Tanam Harapan Lewat Penghijauan Berbasis Geotagging

    JBZ Kabupaten Sukabumi dan CDK Wilayah III Tanam Harapan Lewat Penghijauan Berbasis Geotagging

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sukabumi, 14 Februari 2026 – Menghadapi tantangan perubahan iklim serta risiko bencana alam Jawa Barat, Jabar Bergerak Zillenial (JBZ) Kabupaten Sukabumi bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III menggencarkan aksi penanaman pohon massal. Selain itu, kegiatan penanaman bibit pohon membuka babak baru kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda untuk menjaga ekosistem lokal secara […]

  • rabiul-awal-bulan-maulid-nabi-dan-keistimewaannya

    Makna Besar Rabi’ul Awwal: Bulan Penuh Hikmah dan Cinta Rasulullah SAW

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bulan Rabi’ul Awwal menempati posisi penting dalam kalender Hijriah. Umat Islam menaruh perhatian besar pada bulan ini karena Nabi Muhammad SAW lahir pada saat itu. Kelahiran beliau bukan sekadar peristiwa biasa, melainkan awal hadirnya rahmat yang membawa cahaya bagi seluruh alam. Umat Islam di berbagai wilayah dunia memanfaatkan Rabi’ul Awwal untuk memperbanyak shalawat, […]

  • Pentingnya Layanan Konseling Bagi Mahasiswa

    Pentingnya Layanan Konseling Bagi Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam menjalani kehidupan perkuliahan yang penuh denga tekanan tugas, pergaulan, skripsi, keuangan ataupun masalah keluarga. Acap kali mahasiswa merasakan mendapatkan tekanan mental yang luar biasa. Akan tetapi  dari mereka banyak yang memendam masalah sendiri hingga tidak jarang terjadi kasus bunuh diri mahasiswa atau mahasiswa yang terlibat dalam minuman keras dan obat-obatan sebagai pelarian […]

expand_less