Sukabumihitz – Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan inovasi digital bernama CloUp sebagai solusi untuk mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong gaya hidup fesyen berkelanjutan. Melalui platform ini, mereka mengajak masyarakat menukar pakaian preloved secara langsung tanpa menambah limbah baru.
Tim lintas program studi mengembangkan CloUp, yakni Kanaya Salsabila Setiawan, Andita Alizhari, dan Dewi Rahmawati dari Prodi Sains Data, Novia Ersa Ayuningsih dari Prodi Bisnis Digital, serta Nurima Agusnita dari Prodi Informatika. Mereka menggagas platform ini setelah melihat tren thrifting yang terus meningkat, namun belum sepenuhnya diiringi kesadaran terhadap dampak limbah tekstil.
Baca Juga : Bagaimana Informatika Membantu Menentukan Hasil Olimpiade Musim Dingin 2026
Kepedulian pada Limbah Tekstil
Kanaya menjelaskan, timnya merancang CloUp dengan konsep pertukaran pakaian one-on-one agar pengguna dapat memperpanjang siklus pakai busana tanpa memicu produksi limbah tambahan.
“Kami melihat minat masyarakat terhadap produk thrift sangat besar. Namun jika tidak dikelola dengan tepat, tren ini berpotensi memperburuk persoalan limbah tekstil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2).
Melalui pendekatan tersebut, tim CloUp ingin mengubah pola konsumsi fesyen menjadi lebih bertanggung jawab. Mereka mendorong pengguna untuk memaksimalkan pakaian yang sudah ada, bukan terus membeli produk baru.
Integrasi Teknologi dan Fitur AI
Tim CloUp mengadaptasi inspirasi dari berbagai platform internasional, lalu mengembangkannya sesuai kebutuhan pasar lokal. Mereka melengkapi aplikasi ini dengan fitur komunitas, filter produk, konten edukasi, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) yang membantu pengguna memadupadankan pakaian dan memperoleh rekomendasi gaya sesuai preferensi.
Menurut Kanaya, fitur AI tersebut mendorong pengguna tampil lebih percaya diri saat mengenakan pakaian preloved sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan busana yang sudah ada.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, mengapresiasi langkah mahasiswa tersebut. Ia menilai tim CloUp tidak hanya menciptakan inovasi teknologi, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap isu keberlanjutan.
“Inisiatif ini sejalan dengan semangat Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui CloUp, mahasiswa UNM memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung ekonomi sirkular, menekan limbah tekstil, dan mengedukasi publik tentang sustainable fashion.














