Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Bambu Hoki Perbawati, Usaha Lokal yang Menembus Pasar Internasional

Bambu Hoki Perbawati, Usaha Lokal yang Menembus Pasar Internasional

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SukabumihitzDesa Perbawati, yang terletak di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bambu hoki. Tanaman hias yang diyakini membawa keberuntungan ini tidak hanya diminati di dalam negeri tetapi juga banyak diekspor ke luar negeri, seperti Kanada, Australia, Tiongkok dan Korea.

Dalam rangka menggali potensi desa Perbawati, mahasiswa dari program BSI Explore 2025 melakukan survei langsung ke UMKM lokal, salah satunya usaha bambu hoki milik Pak Dedy. Survei ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang industri bambu hoki dan tantangan yang para pelaku usaha hadapi di desa tersebut.

Sejak memulai bisnisnya pada tahun 2010, Pak Dedy telah mengembangkan berbagai bentuk kerajinan dari bambu hoki, seperti guci, sangkar burung, air mancur, hingga model bertingkat satu hingga sepuluh sesuai permintaan pelanggan. Produk-produknya lebih banyak dikirim ke luar negeri karena dipercaya dapat membawa keberuntungan, terutama oleh para kolektor tanaman hias dari Tiongkok.

Proses Produksi dan Tantangan dalam Usaha

Bambu yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari Purwakarta dan beberapa daerah di Sukabumi. Namun, tidak semua jenis bambu bisa digunakan, terutama yang memiliki warna putih karena cukup sulit ditemukan.

“Awalnya, kami memiliki penampung di daerah ini karena banyak tanaman bambu, tetapi yang berwarna putih lebih langka, jadi kami harus mencarinya ke luar daerah,” ujar Pak Dedy.

Dalam proses produksinya, ia menggunakan berbagai alat dan bahan, seperti cetakan, tali pita, dan lilin. Bentuk spiral, salah satu model yang paling banyak peminat dan membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk proses pengerjaan.

Bambu hoki yang sudah siap untuk dikirim | Doc : Istimewa

Selain itu, ada lebih dari 20 variasi bentuk bambu hoki, termasuk tipe Jat, KR 24 (keranjang), Spiral, Cobra, Teralis, Obor, dan Botol. Untuk menjaga kualitas bambu agar tidak membusuk atau rusak akibat cuaca, menggunakan obat seperti Besromil untuk ketahanan terhadap panas dan hujan, serta Folicur untuk perlindungan tambahan.

Harga bahan baku juga menjadi tantangan tersendiri. Sebelum dikupas, harga satu batang bambu berkisar Rp1.500. Namun, resiko kerusakan cukup tinggi. Daun yang terkena ulat atau batang yang rusak tidak bisa digunakan, sehingga menambah potensi kerugian dalam produksi.

Bambu yang akan digunakan untuk membuat kerajinan bambu hoki | Doc: Istimewa

Baca juga: Pemanfaatan Digital Marketing Dalam pemasaran Produk UMKM Dengan Web E-Commerce Tjikeruh

Pemasaran dan Keuntungan yang Tidak Pasti

Pada masa awal usahanya, pengiriman ke luar negeri bisa dilakukan setiap dua minggu sekali. Namun, kini frekuensinya menurun menjadi sebulan sekali dengan jumlah sekitar satu ton. Harga jual pun mengalami kenaikan.

“Dulu satu kilogram dihargai sekitar 6 dolar, sekarang sudah mencapai 14 dolar,” tambah Pak Dedy.

Untuk produk dengan bentuk khusus, seperti guci setinggi satu meter, harga jualnya bisa mencapai Rp150.000. Meski begitu, keuntungan tidak bisa diprediksi dengan pasti karena adanya potensi kerugian yang cukup besar. Keuntungan juga bergantung pada tingkat kesulitan pengerjaan setiap item.

Pak Dedy lebih memilih untuk tidak menjual produknya secara online karena tingginya risiko kerusakan selama pengiriman. Saat ini, pemasaran lebih banyak melalui pelanggan tetap dan jaringan bisnis yang sudah terbentuk.

Proses pembuatan bambu hoki | Doc: Istimewa

Meskipun berbagai tantangan terus menghadang, usaha bambu hoki di Perbawati tetap bertahan. Faktor usia dan pengalaman membuat Pak Dedy tetap menjalankan bisnis ini, juga dukungan dari salah satu pegawainya yang telah lama bekerja bersamanya. Produk bambu hoki miliknya juga dipasarkan melalui pusat Grand Tropical milik Pak Made, yang telah lama dikenal sebagai pemasok tanaman hias.

Dengan daya tahan tanaman yang bergantung pada perawatan, bambu hoki bisa bertahan hingga 4-5 bulan jika mendapat perawatan dengan baik. Hal ini menjadikannya salah satu tanaman hias favorit di berbagai negara. Ke depan, Pak Dedy berharap usahanya semakin berkembang dan dapat terus membawa keberuntungan bagi para pelanggannya, baik di dalam maupun luar negeri.

Harapan Masa Depan Bambu Hoki Perbawati

Dengan potensi besar yang dimiliki, usaha bambu hoki di Desa Perbawati masih memiliki peluang luas untuk berkembang. Tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan bahan baku dan fluktuasi pasar, dapat diatasi dengan inovasi serta strategi pemasaran yang lebih luas.

Melalui survei yang dilakukan oleh mahasiswa BSI Explore 2025, berharap usaha ini semakin dikenal dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya membantu meningkatkan daya saing di pasar internasional, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda. Mereka dapat terlibat dalam pengembangan UMKM yang berbasis pada kearifan lokal, memperkuat ekonomi kreatif.

Ke depannya, dengan inovasi desain dan strategi pemasaran modern, bambu hoki Perbawati dapat terus berkembang sebagai produk unggulan yang membanggakan. Dengan daya saing yang semakin meningkat, produk ini berpotensi dikenal luas, tidak hanya di Sukabumi, tetapi juga di tingkat global.

Baca juga: National Consumer Product Fair 2025 : Pendampingan UMKM Tembus Pasar Global

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turnamen Sepak Bola

    Turnamen Sepak Bola Antar Desa Meriahkan Kebersamaan Warga Purwasedar

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Purwasedar – Turnamen sepak bola antar desa berlangsung meriah di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8). Pertandingan yang mempertemukan Purwasedar Moteker melawan Ujung Genteng Mentereng tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat dari berbagai desa. Sejak wasit meniup peluit babak pertama, kedua tim […]

  • Kunjungan Mahasiswa UBSI ke BRIN

    Kunjungan Mahasiswa UBSI ke BRIN: Mengintip Inovasi AR, VR, dan Visualisasi Data untuk Era Digital

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebanyak 62 mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi, dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi melakukan kunjungan edukatif ke Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (24/06) ini mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi dan Inovasi […]

  • Hibah PKM

    Kolaborasi Dosen Prodi SIA dengan Kasepuhan Sinarresmi dalam Upaya Branding UMKM Lokal

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Hibah PKM 2025 kembali menghadirkan kegiatan inspiratif. Kali ini, dosen-dosen Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas BSI Sukabumi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra dari Kasepuhan Sinarresmi. Kegiatan ini berupaya mendukung optimalisasi proses produksi dan branding produk UMKM, khususnya melalui inovasi pengolahan pisang dan singkong. FGD ini berlangsung pada Jumat […]

  • MENDORONG MAHASISWA JADI WIRAUSAHA MUDA, UNIVERSITAS BSI SUKABUMI GELAR SEMINAR ENTREPRENEUR

    MENDORONG MAHASISWA JADI WIRAUSAHA MUDA, UNIVERSITAS BSI SUKABUMI GELAR SEMINAR ENTREPRENEUR

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Sukabumi, bekerja sama dengan BSI Entrepreneur Center (BEC) dan Incubator Center, sukses menggelar Seminar Wajib Entrepreneur dengan tema “Entrepreneurship For a Better Future”, yang berlangsung di aula Universitas BSI Sukabumi, pada Rabu (01/11). Mahasiswa semester satu Program Studi Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Kampus Kota Sukabumi, yang […]

  • pendidikan agama

    Mahasiswa UBSI Sukabumi Tanamkan Nilai Keislaman untuk Membentuk Insan Kamil di SDN 2 Mangkalaya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar sosialisasi edukatif pendidikan agama Islam di SDN 2 Mangkalaya pada Senin (25/05/2026). Melalui kegiatan bertema “Implementasi Nilai Iman, Islam, & Ihsan sebagai Upaya Pembentukan Insan Kamil dalam Kehidupan Sehari-hari”, mahasiswa berupaya memberikan edukasi moral dan keagamaan kepada siswa sekolah dasar. Kelompok […]

  • Menghadapi Perubahan Tubuh Pasca Melahirkan | Sumber : KlikDokter

    Merangkul Perubahan Pasca Melahirkan: Pemulihan Fisik dan Mental Ibu

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Masa pasca melahirkan merupakan periode penting bagi setiap perempuan, tidak hanya dalam hal merawat bayi, tetapi juga dalam menghadapi perubahan fisik dan emosional pada tubuh. Perubahan ini merupakan bagian alami dari proses pemulihan dan adaptasi, namun sering kali menimbulkan tantangan tersendiri. Perubahan Bentuk Tubuh Setelah melahirkan, banyak perempuan mengalami perubahan bentuk tubuh, seperti […]

expand_less