Lebih dari Sekadar Pohon, Ki Hujan Menyimpan Cerita Warga Pangumbahan
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lebih dari Sekadar Pohon, Ki Hujan Menyimpan Cerita Warga Pangumbahan | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz — Di tengah perkembangan Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, terdapat pohon yang menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat setempat. Warga mengenalnya sebagai Pohon Ki Hujan, sebutan lokal untuk pohon trembesi yang tumbuh dan bertahan selama puluhan tahun.
Desa Pangumbahan sendiri merupakan bagian dari Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan Pangumbahan sebagai desa hasil pemekaran dari Desa Gunungbatu melalui Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 10 Tahun 2008. Perda tersebut juga mengatur pemekaran Gunungbatu menjadi Desa Gunungbatu, Desa Pangumbahan, dan Desa Ujunggenteng.
Di wilayah Pangumbahan, warga mencatat keberadaan tujuh Pohon Ki Hujan yang memiliki ketinggian sekitar 15–20 meter. Enam pohon tumbuh di belakang SDN Jaringao, sedangkan satu pohon lainnya berada di kawasan Ciburial, tidak jauh dari lokasi Koperasi Desa Merah Putih.
Ki Hujan, Ikon Kampung Jaringao
Bagi masyarakat Kampung Jaringao, Pohon Ki Hujan bukan sekadar tanaman berukuran besar. Keberadaannya telah menjadi bagian dari identitas lingkungan dan perjalanan masyarakat dari masa ke masa.
Warga setempat menyebut Ki Hujan sebagai ikon Kampung Jaringao. Posisi Jaringao yang sejak dahulu menjadi pusat pemerintahan membuat keberadaan pohon tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas. Karena itu, Ki Hujan perlahan tidak hanya melekat sebagai identitas kampung, tetapi juga kerap dipandang sebagai salah satu ikon Desa Pangumbahan.
Pohon tersebut turut menjadi saksi perubahan kehidupan sosial masyarakat. Berbagai aktivitas warga berlangsung di sekitar kawasan pohon, sementara keberadaannya tetap bertahan mengikuti perkembangan desa.
Menjadi Bagian dari Kehidupan Warga
Selain nilai sejarah, masyarakat juga melihat Pohon Ki Hujan dari sisi lingkungan. Pepohonan besar membantu menjaga kondisi tanah dan mendukung fungsi resapan air di sekitarnya.

Ki Hujan, ikon alam Kampung Jaringao. | Doc: Istimewa
Bagi warga yang tinggal di sekitar pohon, keberadaan kawasan hijau tersebut memiliki arti penting karena berkaitan dengan ketersediaan air yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjaga pohon tidak hanya berarti mempertahankan tanaman yang telah berusia panjang, tetapi juga mempertahankan lingkungan yang menopang kehidupan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat Pohon Ki Hujan memiliki nilai yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya memandangnya dari bentuk dan usianya, tetapi juga dari manfaat ekologis yang telah dirasakan secara turun-temurun.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Rifa Fitriyani
