Teknologi

Upgrade PC Sudah Seperti Beli Mobil Baru Harga GPU Melonjak

7
×

Upgrade PC Sudah Seperti Beli Mobil Baru Harga GPU Melonjak

Sebarkan artikel ini
Upgrade PC Sudah Seperti Beli Mobil Baru Harga GPU Melonjak | sumber: pixabay

Sukabumihitz – Harga kartu grafis atau GPU melonjak tajam sejak awal 2026. Kondisi ini membuat banyak pengguna komputer merasa bahwa upgrade PC sudah seperti beli mobil baru. Komponen yang dulu masih terjangkau kini berubah menjadi barang mahal yang sulit ditemukan di pasar.

Lonjakan harga ini muncul karena permintaan komponen kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) meningkat sangat cepat. Situasi tersebut memicu kelangkaan memori penting seperti VRAM, DRAM, dan GDDR. Ketika persediaan menurun, harga GPU langsung melonjak di berbagai negara.

Selain itu, produsen juga menghadapi kenaikan biaya komponen utama. Faktor ini mendorong kenaikan harga kartu grafis untuk kebutuhan gaming maupun profesional.

Harga GPU Tembus Puluhan Juta

Saat ini harga GPU kelas atas berada pada level yang mengejutkan. Nvidia RTX 5090 bahkan sudah menyentuh angka lebih dari Rp100 juta di beberapa pasar. Sementara itu, seri RTX lain tetap berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Menurut laporan Newsis, kenaikan harga GPU muncul karena biaya memori meningkat drastis. Komponen memori memegang peran penting dalam produksi kartu grafis. Ketika biaya memori naik, harga GPU juga ikut meningkat.

Di sisi lain, pembangunan pusat data AI berlangsung secara besar-besaran di berbagai negara. Perusahaan teknologi global terus menambah investasi pada infrastruktur AI. Karena itu, permintaan chip, memori, dan perangkat penyimpanan meningkat tajam.

Sayangnya kapasitas produksi global belum mampu mengejar kebutuhan pasar yang terus tumbuh.

Produsen GPU Mulai Menyesuaikan Harga

Produsen GPU mulai menaikkan harga produk sejak awal tahun 2026. AMD memulai penyesuaian harga pada Januari. Setelah itu, Nvidia mengikuti langkah serupa pada Februari dengan kenaikan bertahap.

Bahkan analis pasar memprediksi harga Nvidia RTX 5090 dapat mencapai sekitar 5.000 USD. Padahal saat peluncuran awal, GPU tersebut hanya berada di angka 1.999 USD.

Selain harga yang meningkat, ketersediaan produk juga semakin terbatas. Pada Februari 2026, pasar teknologi melaporkan stok GPU AMD dan Nvidia hampir habis di pasar normal, terutama untuk seri yang memiliki harga lebih masuk akal.

Performa Tinggi Tapi Harga Sulit Dijangkau

Jika melihat performa, posisi GPU kelas atas masih cukup jelas. RTX 5090 dan RTX 4090 memimpin daftar performa tertinggi. Sementara itu, Radeon RX 9070 XT dan RX 7900 XTX hadir sebagai alternatif high-end dengan nilai yang relatif lebih baik.

Namun masalah utama saat ini bukan lagi soal performa. Harga GPU justru menjadi tantangan terbesar bagi pengguna PC. Bahkan beberapa media teknologi di Amerika Serikat menyebut pasar GPU konsumen Nvidia mulai kehilangan keseimbangan karena harga terlalu tinggi.

Selama satu dekade terakhir, GPU dengan harga 100 hingga 300 USD sempat menjadi standar pasar. Banyak pengguna PC juga masih menemukan GPU di bawah 100 USD pada masa itu. Kini segmen tersebut hampir hilang karena produsen lebih fokus pada produk premium dan kebutuhan AI.

Akibatnya gamer dan pengguna PC harus menerima kenyataan baru bahwa GPU tidak lagi mudah dijangkau.

Teknologi Digital Terus Berkembang

Meski pasar GPU sedang tidak stabil, perkembangan teknologi digital tetap berjalan sangat cepat. Karena itu, pemahaman tentang dunia komputer dan teknologi menjadi semakin penting.

Mahasiswa yang tertarik mempelajari perkembangan teknologi dapat memanfaatkan peluang belajar di Kampus Digital Kreatif Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi. Kampus ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi komputer, industri digital, hingga tren teknologi masa depan.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga dapat ikut berkontribusi dalam perkembangan industri digital yang terus tumbuh.