Sukabumihitz — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi kembali menorehkan prestasi dengan meraih pendanaan hibah pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek. Capaian ini memperkuat peran kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian kopi.
Program ini mengangkat tema transformasi usaha kopi dengan judul “Transformasi Usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui Penguatan Pascapanen dan Digitalisasi Manajemen untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk.”
Tim pelaksana terdiri dari Yusti Farlina sebagai ketua, serta Rizal Amegia Saputra dan Rusli Nugraha sebagai anggota. Dua mahasiswa Prodi Sistem Informasi Akuntansi, Rifa Fitriyani dan Nur Hidayat Suharlan, ikut terlibat dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Fokus pada Kualitas Produk dan Digitalisasi Usaha
Tim pelaksana mendorong peningkatan kualitas kopi melalui perbaikan proses pascapanen. Mereka mengenalkan teknik pengolahan biji kopi yang lebih modern dan terstandar agar hasil produksi lebih konsisten.
Selain itu, tim juga mengembangkan sistem manajemen usaha berbasis digital. Langkah ini membantu kelompok tani mengelola operasional secara lebih efisien sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Baca juga: Hibah 2026 Perkuat Budidaya Ikan dengan Teknologi dan Digitalisasi
Pendekatan Langsung ke Kebutuhan Lapangan
Ketua tim, Yusti Farlina, menegaskan bahwa program ini mengutamakan kebutuhan nyata di lapangan. Tim tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung mendampingi proses penerapan.
“Kami ingin kelompok tani tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga memiliki sistem manajemen yang rapi dan berbasis teknologi,” jelasnya.
Ia juga menargetkan dampak jangka panjang dari program ini.
“Penguatan pascapanen dan digitalisasi akan membantu petani meningkatkan nilai jual produk, sehingga pendapatan mereka juga ikut meningkat,” tambahnya.
Pelatihan Intensif dan Adaptasi Teknologi
Tim dosen menyelenggarakan pelatihan intensif bagi kelompok tani. Materi pelatihan mencakup proses sortasi, pengeringan, hingga pengemasan produk sesuai standar pasar. Selain itu, tim juga mengenalkan pemasaran digital dan pencatatan keuangan berbasis aplikasi sederhana agar pengelolaan usaha lebih terstruktur.
Rizal Amegia Saputra menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.
“Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan. Teknologi membantu kelompok tani menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batas wilayah,” ujarnya.
Mahasiswa Terlibat Langsung di Lapangan
Program ini juga melibatkan mahasiswa dalam proses pendampingan. Mereka ikut terjun langsung untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas.
Pengalaman ini membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan akademik dan sosial secara seimbang.
Dorong Kemandirian dan Daya Saing Petani
Melalui program ini, Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee diharapkan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri, modern, dan kompetitif.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menciptakan solusi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.














