Sukabumihitz – Kejuaraan Akuntansi BSI Flash 2026 berlangsung meriah pada 9 Februari 2026 di UBSI Kampus Sukabumi, Jalan Veteran II No. 20A. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi SMA, SMK, dan MA sederajat dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, yang antusias bersaing menunjukkan kemampuan akuntansi praktis mereka. Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi yang menekankan praktik langsung dalam penggunaan Excel dari jurnal khusus hingga jurnal penutup.
UBSI Sukabumi Buka Kejuaraan dengan Sambutan Inspiratif
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Rizal Amegia Saputra, Kepala Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga media pembelajaran untuk mengasah keterampilan praktis, meningkatkan kreativitas, dan membangun daya saing siswa.
“Kejuaraan seperti ini penting untuk membiasakan siswa bekerja dengan laporan keuangan secara nyata, sekaligus membangun disiplin dan ketelitian dalam mengelola data,” ujar Rizal.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada peserta yang datang dari berbagai sekolah, menunjukkan antusiasme dan minat yang kuat terhadap bidang akuntansi.
Peserta Adu Kemampuan Excel Selama 3 Jam
Setelah pembukaan, para peserta langsung memulai praktik akuntansi menggunakan Excel. Panitia memberikan waktu 3 jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00, bagi setiap peserta untuk menyelesaikan seluruh soal praktik.

Suasana ruang lomba terlihat serius namun penuh semangat. Beberapa peserta menunduk fokus menatap layar laptop, jari-jari mereka menari di atas keyboard. Beberapa peserta tampak meninjau ulang jurnal yang sudah dibuat, memastikan setiap angka dan rumus Excel akurat.
Baca juga: Olimpiade Akuntansi BSI FLASH 2026 Hadirkan Peluang Beasiswa bagi Siswa Berprestasi
Dewan Juri Nilai Ketelitian, Kecepatan, dan Pemahaman Peserta
Dewan juri, Yuri Rahayu dan Andi Riyanto, mengamati peserta secara seksama. Mereka menilai berdasarkan ketelitian, kecepatan, akurasi, dan pemahaman konsep akuntansi.
“Kami menilai tidak hanya hasil akhir, tetapi juga proses pengerjaan peserta. Mulai dari penyusunan jurnal khusus, jurnal penyesuaian, hingga jurnal penutup, semuanya harus tepat,” ujar Yuri.

Sementara itu, Andi Riyanto Sebagai Juri menambahkan,
“Kejuaraan ini sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan praktis siswa dalam mengoperasikan Excel sesuai teori akuntansi yang mereka pelajari di sekolah.”
Selama 3 jam lomba, dewan juri sesekali berjalan di antara peserta, meninjau pengerjaan, sekaligus memberikan semangat. Suasana kompetitif terasa, namun tetap hangat karena peserta saling mendukung satu sama lain.














