BisnisOpini

Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

11
×

Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ide Bisnis Mahasiswa yang Berhenti di Wacana | Sumber: Dok. Istimewa

NEC sebagai Ruang Tumbuh dan Pendampingan

Di titik inilah NEC mengambil peran. Bukan sebagai penilai benar atau salah ide, melainkan sebagai ruang tumbuh. Universitas Nusa Mandiri, sebagai Kampus Digital Bisnis, memandang kewirausahaan bukan sebagai keberanian instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan pendampingan dan konsistensi. NEC tidak menuntut mahasiswa langsung memiliki startup besar. Fokus utamanya sederhana: berani memulai.

“Di NEC, kami tidak menuntut mahasiswa harus langsung punya bisnis besar. Yang kami dorong adalah keberanian untuk mulai dan kemauan untuk belajar dari proses.”

Mahasiswa boleh datang dengan ide mentah, keraguan, bahkan rasa takut. Semua itu bukan kelemahan, melainkan titik awal. Diskusi lebih penting daripada nilai, proses lebih utama daripada hasil instan. Mahasiswa belajar bahwa dunia bisnis bukan tentang kecepatan sukses, melainkan ketahanan belajar.

Gagal sebagai Bagian dari Pembelajaran Kewirausahaan

Tekanan untuk sukses muda, viral, dan cepat cuan sering membebani Gen Z, hingga melahirkan ketakutan kolektif terhadap kegagalan. Padahal, dalam bisnis, gagal bukan aib. Gagal merupakan bagian dari kurikulum kehidupan. Di NEC, mahasiswa tidak menerima penghakiman saat salah langkah. Mereka menjalani refleksi, memperoleh penguatan, lalu mencoba kembali.

Universitas Nusa Mandiri tidak ingin lulusannya hanya menjadi pencari kerja. Kampus ini mendorong lahirnya pemecah masalah dan pencipta peluang. Lingkungan yang terbangun pun kondusif: minim tekanan berlebihan, namun tetap terarah. Tidak meromantisasi kesuksesan instan, tetapi menekankan proses nyata.

Pada akhirnya, ide besar tidak lahir dari keberanian yang muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari langkah-langkah kecil yang mendapat pendampingan tepat. Jika hari ini banyak ide mahasiswa masih tertahan di kepala, mungkin pertanyaannya bukan soal kurangnya niat, melainkan apakah ruang aman untuk memulai sudah benar-benar tersedia. NEC siap menemani langkah pertama itu.

Baca Juga: Virus dan Ancaman Tak Terlihat Lainnya di Era Digital