Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Menjaga Tradisi Lintas Generasi, Kuda Lumping Putra Amarta Tetap Eksis di Desa Pangumbahan

Menjaga Tradisi Lintas Generasi, Kuda Lumping Putra Amarta Tetap Eksis di Desa Pangumbahan

  • account_circle Anita Rahmawati
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Sukabumi – Kesenian tradisional Kuda Lumping masih hidup di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Masyarakat setempat terus menjaga kesenian tersebut melalui Sanggar Putra Amarta yang telah berdiri selama 14 tahun.

Menariknya, sanggar tersebut melibatkan anggota dari berbagai kelompok usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut bergabung dan mempelajari Kuda Lumping. Para anggota juga rutin berlatih setiap malam Sabtu untuk menjaga kemampuan dan kekompakan sebelum tampil.

Sanggar Putra Amarta Jaga Tradisi Selama 14 Tahun

Selama 14 tahun, Sanggar Putra Amarta terus memperkenalkan Kuda Lumping melalui berbagai pertunjukan. Masyarakat kerap mengundang sanggar tersebut untuk mengisi acara hajatan, sunatan, pernikahan, kenaikan kelas, hingga kegiatan lainnya.

Tidak hanya tampil di sekitar Desa Pangumbahan, Sanggar Putra Amarta juga pernah membawa pertunjukan ke luar kota. Bandung menjadi salah satu daerah yang pernah menjadi lokasi penampilan sanggar tersebut.

Bahkan, Sanggar Putra Amarta sudah beberapa kali mendapat kesempatan tampil di Bandung. Untuk tarif pertunjukan, pengelola menyesuaikannya dengan jarak lokasi acara dan kebutuhan pementasan.

Kuda Lumping Hadirkan Tarian dan Beragam Atraksi

Kuda Lumping merupakan kesenian tari yang menggunakan properti berbentuk kuda. Para pemain biasanya menggunakan kuda tiruan dari anyaman bambu yang mereka hias dengan warna dan ornamen tertentu.

Di Desa Pangumbahan, Sanggar Putra Amarta menghadirkan Kuda Lumping dengan rangkaian pertunjukan yang cukup beragam. Para pemain tidak hanya menampilkan gerakan tari menggunakan kuda anyaman, tetapi juga menghadirkan sejumlah atraksi.

Atraksi kuda lumping Sanggar Putra Amarta | Doc. Istimewa

Atraksi kuda lumping Sanggar Putra Amarta | Doc. Istimewa

Dalam pertunjukan tertentu, penonton dapat menyaksikan atraksi kesurupan, memakan padi, serta mencium atau menghidupkan menyan. Setelah tarian Kuda Lumping selesai, para pemain juga mengenakan kostum bertopeng untuk melanjutkan rangkaian pertunjukan.

Selain itu, sanggar menghadirkan adegan ngabodor atau melucu. Bagian tersebut memberikan suasana yang lebih menghibur dan membuat penonton menikmati pertunjukan dari awal hingga akhir.

Berbagai Alat Musik Tradisional Iringi Pertunjukan

Pertunjukan Kuda Lumping tidak hanya mengandalkan gerakan para pemain. Musik tradisional juga menjadi bagian penting untuk membangun suasana selama pementasan.

Sanggar Putra Amarta menggunakan bonang, kendang, saron dan gong sebagai alat musik pengiring. Sinden juga melengkapi pertunjukan melalui lantunan vokal yang mengikuti irama musik.

Perpaduan antara tarian, musik, atraksi, dan kostum membuat pertunjukan Kuda Lumping memiliki karakter tersendiri. Setiap sanggar juga memiliki ciri khas masing-masing, termasuk dalam penggunaan kostum.

Dua Kostum Sesuaikan Waktu Pentas

Sanggar Putra Amarta menyiapkan dua jenis kostum untuk mendukung penampilan para pemain. Pengelola membedakan kostum berdasarkan waktu pelaksanaan pertunjukan.

Para pemain menggunakan kostum khusus untuk penampilan pada pagi atau siang hari. Sementara itu, sanggar menyiapkan kostum berbeda untuk pertunjukan pada malam hari.

Perbedaan kostum tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapan sebelum pertunjukan. Dengan demikian, penampilan para pemain dapat menyesuaikan suasana dan waktu pementasan.

Latihan Rutin Jadi Cara Jaga Kuda Lumping

Selain aktif tampil, Sanggar Putra Amarta rutin mengadakan latihan setiap malam Sabtu. Para anggota memanfaatkan latihan tersebut untuk mengasah gerakan, mempersiapkan rangkaian atraksi, serta menjaga kekompakan kelompok.

Kegiatan latihan juga mempertemukan anggota dari berbagai usia. Anak-anak dan remaja dapat mempelajari kesenian dari anggota yang lebih senior. Sementara itu, anggota yang lebih tua dapat berbagi pengalaman dan keterampilan kepada generasi yang lebih muda.

Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Kuda Lumping di Desa Pangumbahan. Para anggota tidak hanya berlatih untuk menghadapi pertunjukan, tetapi juga ikut menjaga kesenian tradisional agar tetap memiliki penerus.

Selama 14 tahun, Sanggar Putra Amarta telah membawa Kuda Lumping ke berbagai acara masyarakat, bahkan hingga ke luar kota. Konsistensi latihan dan keterlibatan berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat Desa Pangumbahan.

Melalui latihan rutin dan berbagai pertunjukan, Sanggar Putra Amarta terus menjaga Kuda Lumping sebagai bagian dari kesenian yang hidup di Desa Pangumbahan. Tradisi tersebut pun memiliki peluang untuk terus berkembang bersama generasi muda yang ikut mempelajarinya.

 

  • Penulis: Anita Rahmawati

Rekomendasi Untuk Anda

  • Machine Learning

    Machine Learning, Kunci Analisis Risiko dan Keunggulan Bisnis

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – jakarta – Di tengah ketidakpastian yang melingkupi dunia bisnis, kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko menjadi semakin penting. Machine learning, sebagai bagian dari kecerdasan buatan, menawarkan kemampuan luar biasa dalam menganalisis data secara mendalam dan menghasilkan prediksi yang tepat. Menurut Arfhan Prasetyo, Kaprodi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM), memahami dan menambah wawasan dalam […]

  • HIMASA Bogorr

    New Leadership New Power, SERTIJAB Kepengurusan HIMASA Angkatan 6 Periode 2024

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi (HIMASA) Universitas BSI Kampus Bogor sukses menggelar kegiatan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Kepengurusan baru periode 2024, pada Senin (26/2) di Universitas BSI Kampus Bogor A. Dengan tema New Leadership New Power, kegiatan ini bertujuan untuk Mengesahkan kepengurusan HIMASA angkatan 6 periode 2024. SERTIJAB ini memiliki makna penting karena […]

  • Mudik

    Polres Sukabumi Terapkan Pembatasan Kendaraan Sumbu 3 di Exit Tol Parungkuda untuk Kelancaran Mudik

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam rangka mengantisipasi kepadatan arus mudik, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi menerapkan penyekatan terhadap kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih di Pos Terpadu Exit Tol Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (24/3) dini hari. Ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang berlangsung selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga […]

  • Memperkenalkan Dunia Industri Digital Kreatif Melalui Workshop dan Kunjungan Industry

    Memperkenalkan Dunia Industri Digital Kreatif Melalui Workshop dan Kunjungan Industry

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Dalam memperluas pengetahuan dan keterampilan di bidang dunia digital kreatif kepada siswa-siswi SMA/SMK sederajat, Universitas BSI Kampus Sukabumi bekerjasama dengan Digital Creative Center (DCC) siap menggelar Workshop dan Kunjungan Industry, melalui kegiatan BSI Digination 2023 batch ke-4 pada (7-9/11). Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan dunia industri digital kreatif terutama bidang broadcasting dan podcast. […]

  • smk

    SMK Plus Cendikia Gelar Uji Kompetensi TKJ 2026 untuk Perangkat Desa Karangtengah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – SMK Plus Cendikia menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tahun 2026 untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi informasi. Sekolah melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 24–25 April 2026, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, dengan melibatkan seluruh perangkat Desa Karangtengah sebagai peserta. Melalui tema UKK […]

  • Waspada Penularan Chikungunya! Dinkes Sukabumi Ajak Masyarakat Perangi Sarang Nyamuk

    Waspada Penularan Chikungunya! Dinkes Sukabumi Ajak Masyarakat Perangi Sarang Nyamuk

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Penularan penyakit melalui gigitan nyamuk menjadi perhatian di Kota Sukabumi dengan munculnya kasus infeksi virus chikungunya. Seiring dengan memasuki musim penghujan, beberapa warga Kota Sukabumi telah mengalami gejala yang terkait dengan penyakit ini. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, drg Wita Darmawanti, infeksi virus chikungunya pertama kali terdeteksi […]

expand_less