SCAMHAV 2026 Soroti Kesehatan Mental Remaja di Tengah Tekanan Prestasi dan Ekspektasi
- account_circle Rahma Putri
- calendar_month 22 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SCAMHAV 2026 Dorong Remaja Lebih Terbuka Bicara tentang Kesehatan Mental | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Sukabumi, Tekanan untuk meraih prestasi, memenuhi harapan keluarga, hingga mengikuti ekspektasi lingkungan dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja. Kondisi tersebut membuat pemahaman tentang kesehatan mental semakin penting agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tekanan dengan tetap memperhatikan kondisi dirinya. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam SCAMHAV 2026 (Student Care About Mental Health and Violence) yang berlangsung pada Sabtu (26/09), di Aula UBSI Sukabumi Kampus A.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum OSIS SMK Kabupaten Sukabumi (FOKSI) tersebut mengusung tema “Dibalik Prestasi dan Ekspektasi: Membangun Kesehatan Mental Remaja di Tengah Tekanan dan Kekerasan.” Melalui tema ini, FOKSI mengajak para peserta untuk lebih terbuka dalam memahami kesehatan mental serta mengenali berbagai bentuk tekanan yang dapat mereka hadapi selama masa remaja.
SCAMHAV 2026 menghadirkan dr. Maya Aprilia, M.K.M. sebagai pemateri utama. Sementara itu, Denny Pribadi, M.Kom., Kaprodi Informatika UBSI Sukabumi, turut memberikan wawasan kepada peserta. Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun pertanyaan terkait isu kesehatan mental.

Foto bersama narasumber SCAMHAV 2026 | Doc: Istimewa
Bagi dr. Maya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar menyampaikan materi. Ia justru mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan secara langsung cerita dan sudut pandang para peserta mengenai tekanan yang mereka hadapi.
“Saya mengapresiasi dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kegiatan SCAMHAV di UBSI Sukabumi hari ini dengan tema kesehatan mental. Kegiatannya luar biasa sukses,” ungkap dr. Maya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta sepanjang kegiatan. Menurutnya, keberanian para peserta dalam membicarakan isu kesehatan mental menjadi salah satu hal yang berkesan.
“Awalnya saya datang sebagai pemateri, tetapi justru saya yang banyak belajar dari cerita dan keberanian adik-adik peserta hari ini. Saya melihat antusiasme, keterbukaan, dan keberanian peserta yang luar biasa untuk membahas isu ‘Dibalik Prestasi dan Ekspektasi’,” tuturnya.
Kesadaran Kesehatan Mental Penting bagi Remaja
dr. Maya menilai tema dalam SCAMHAV 2026 memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan remaja. Tuntutan untuk berprestasi, memenuhi harapan orang-orang di sekitar, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat memunculkan tekanan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi diri.
Karena itu, menurutnya, remaja perlu memiliki keberanian untuk membicarakan apa yang mereka rasakan. Kesadaran tersebut dapat membantu mereka mengenali diri, memahami batas kemampuan, sekaligus mengetahui kapan harus mencari dukungan ketika menghadapi persoalan.
“Ini menunjukkan bahwa peserta memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Tema ini sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang berada di bawah tekanan prestasi dan ekspektasi lingkungan,” jelasnya.

Prestasi dan ekspektasi jadi tekanan? dr. Maya Aprilia buka ruang bicara untuk remaja| Doc: Istimewa
Selain memberikan apresiasi kepada peserta, dr. Maya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar UBSI dan panitia FOKSI atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Keluarga Besar Kampus BSI dan Panitia SCAMHAV atas kesempatan dan kolaborasinya. Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk tumbuh, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental,” tambah dr. Maya.
SCAMHAV 2026 menjadi salah satu ruang edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental. Kolaborasi FOKSI dan UBSI Sukabumi menunjukkan pentingnya sinergi antara organisasi pelajar dan perguruan tinggi. Sinergi ini bertujuan untuk menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Sukabumi turut mendukung kegiatan yang tidak hanya berfokus pada akademik dan teknologi. Kampus juga mendorong mahasiswa dan pelajar untuk berkembang secara menyeluruh.
Melalui SCAMHAV 2026, peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan antara prestasi dan kesehatan mental. Perjalanan meraih prestasi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Kesadaran untuk menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting. Kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar dan berbagi pengalaman. Selain itu, peserta juga dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan.
- Penulis: Rahma Putri
- Editor: Rahma Sri Melati Putri
