Gagal Masuk PTN, Alwi Pegang Prinsip ‘Control What You Can Control’ hingga Sukses di Lazada
- account_circle Anita Rahmawati
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gagal Masuk PTN Bukan Akhir, Alwi Buktikan Bisa Sukses Berkarier di Lazada | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Depok – Gagal masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sempat membuat Alwinur Hafidzh atau Alwi merasa khawatir dengan masa depannya. Kondisi tersebut membuatnya sempat memandang Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Margonda sebagai pilihan terakhir untuk melanjutkan pendidikan.
Pada awal masa kuliah, Alwi mengaku sempat berpikir bahwa kegagalan masuk PTN akan membatasi perjalanan kariernya. Ia membayangkan masa depan yang biasa saja tanpa banyak peluang untuk berkembang.
Namun, pandangan tersebut perlahan berubah setelah ia menjalani perkuliahan di UNM. Alwi melihat dukungan dari para dosen serta materi pembelajaran yang mampu memberikan bekal untuk bersaing di dunia profesional.
Alih-alih terus memikirkan kegagalan, Alwi memilih fokus pada hal-hal yang masih bisa ia kendalikan. Ia kemudian menerapkan prinsip seorang pelaut dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Pelaut tidak bisa mengontrol badai, tetapi mereka bisa mengontrol kapalnya sendiri. Prinsip ‘control what you can control’ inilah yang mendorongnya untuk mengabaikan omongan negatif dan aktif berorganisasi,” kata Alwi saat diwawancarai.
Aktif Berorganisasi untuk Mengasah Kemampuan
Memasuki semester tiga, Alwi bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ia tidak hanya mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam berbagai aktivitas yang mendorong perubahan di lingkungan kampus.
Pengalaman tersebut membantunya mengembangkan kemampuan yang tidak selalu ia dapatkan melalui perkuliahan. Ia belajar berkomunikasi dengan berbagai karakter, membangun jaringan, serta meningkatkan keberanian untuk berbicara di depan banyak orang.
Bagi Alwi, pengalaman berorganisasi menjadi salah satu bekal penting sebelum memasuki dunia profesional. Ia semakin percaya diri untuk mencoba berbagai kesempatan di luar zona nyaman.
Memilih Lazada dari Dua Tawaran BUMN
Kesempatan besar datang pada 2021 ketika Alwi mengikuti program magang Kampus Merdeka. Saat itu, ia mendapat kesempatan magang sebagai data analyst di perusahaan besar seperti BRI dan Pertamina.
Namun, Alwi justru memilih Lazada. Keputusan tersebut ia ambil karena ingin mendapatkan pengalaman baru dan mengenal pekerjaan di luar bidang teknis yang selama ini ia pelajari.
Selama lima bulan menjalani magang di kategori fashion, Alwi menunjukkan kinerja yang membuat perusahaan tertarik untuk mempertahankannya sebagai bagian dari tim.
Perjalanan tersebut sempat menghadapi kendala ketika proses rekrutmen terkendala status kelulusannya yang belum memiliki ijazah. Dalam kondisi tersebut, pihak UNM membantu Alwi melalui proses penerbitan Surat Keterangan Lulus (SKL) lebih awal.
“Bantuan birokrasi kampus di momen krusial inilah yang pada akhirnya nyelamatin karier aku di Lazada,” ceritanya.
Menghadapi Perkembangan AI di Dunia Kerja
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2022, Alwi berhasil melanjutkan karier di industri digital. Namun, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru dalam dunia kerja.
Menurut Alwi, perkembangan AI tidak membuat manusia bisa mengabaikan kemampuan dasar. Ia menilai kemampuan berpikir logis, analisis, dan riset tetap menjadi bekal penting ketika seseorang memanfaatkan teknologi AI.
“Logika berpikir, kemampuan analitis, dan riset menjadi fondasi utama yang harus dibenahi sebelum kita mencoba memberikan instruksi (prompt) kepada AI, karena pada dasarnya AI adalah robot yang belajar dari penggunanya,” ujarnya.
“Just Keep Swimming” Jadi Pesan untuk Terus Bergerak
Jika melihat kembali perjalanan yang ia lalui, Alwi pernah berada pada titik ketika kegagalan masuk PTN membuatnya khawatir terhadap masa depan. Namun, pengalaman di kampus, organisasi, hingga dunia kerja membawanya menemukan berbagai kesempatan baru.
Ia kemudian mengambil pesan dari karakter Dory dalam film Finding Nemo, yaitu “Just keep swimming”. Bagi Alwi, pesan tersebut menggambarkan pentingnya terus bergerak meskipun seseorang menghadapi berbagai hambatan.
Menurutnya, perubahan dunia berlangsung dengan cepat sehingga setiap orang perlu terus belajar dan berusaha. Ia memandang kegagalan bukan sebagai akhir selama seseorang masih mau bergerak untuk mencari jalan lain.
Perjalanan Alwi menunjukkan bahwa pilihan kampus bukan satu-satunya faktor yang menentukan masa depan. Kemauan untuk berkembang, keberanian mengambil kesempatan, serta kemampuan memanfaatkan peluang juga menjadi bagian penting dalam membangun karier.
UNM Dorong Mahasiswa Siap Menghadapi Dunia Kerja
Universitas Nusa Mandiri hadir sebagai Kampus Digital Bisnis dan Career Ready yang berupaya menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Berbagai pengalaman yang Alwi jalani selama menjadi mahasiswa menunjukkan bagaimana pendidikan, organisasi, serta dukungan kampus dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan dan membangun karier.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri digital, UNM membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi.
Informasi pendaftaran Universitas Nusa Mandiri dapat diakses melalui laman https://nusamandiri.ac.id/.
- Penulis: Anita Rahmawati
