Kesehatan

Nyeri Perut yang Kerap Diabaikan Ini Ternyata Mengarah pada Usus Buntu

8
×

Nyeri Perut yang Kerap Diabaikan Ini Ternyata Mengarah pada Usus Buntu

Sebarkan artikel ini
SNyeri Perut yang Kerap Diabaikan Ini Ternyata Mengarah pada Usus Buntu| Sumber : istockphoto.com

 SukabumihitzUsus buntu terjadi ketika apendiks, organ kecil berbentuk kantong yang terhubung dengan usus besar, mengalami peradangan akibat infeksi. Kondisi ini memicu nyeri tajam di perut kanan bawah yang sering memburuk saat penderita bergerak, batuk, atau bersin. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan menuntut penanganan medis secepat mungkin.

Berdasarkan informasi dari Alodokter , peradangan pada apendiks menimbulkan pembengkakan yang menyebabkan rasa sakit di perut kanan bawah. Aktivitas ringan seperti bersin atau batuk kerap meningkatkan intensitas nyeri sehingga penderita kesulitan beraktivitas normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Usus Buntu

Penyumbatan pada saluran apendiks memicu terjadinya usus buntu. Feses yang mengeras, infeksi saluran cerna, atau pembesaran jaringan di sekitar usus sering menutup saluran tersebut. Kondisi ini memungkinkan bakteri berkembang dengan cepat dan memicu peradangan hingga terbentuk nanah.

Baca juga: Awas Tifus! Penyakit Akibat Kebersihan yang Sering Diabaikan

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada fase awal, penderita biasanya merasakan nyeri di sekitar pusar sebelum rasa sakit berpindah ke perut kanan bawah. Banyak pasien juga mengalami mual, muntah, demam ringan, perut terasa kembung, penurunan nafsu makan, serta gangguan buang air besar. Tekanan pada perut atau aktivitas berjalan sering memperparah keluhan.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Dokter menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan fisik yang dikombinasikan dengan tes darah dan urine. Untuk memastikan kondisi apendiks, dokter menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan. Operasi pengangkatan apendiks atau apendektomi menjadi langkah utama dalam menangani usus buntu. Pada kondisi tertentu, dokter memberikan antibiotik sebagai terapi tambahan, meski metode ini tetap menyisakan risiko kekambuhan.

Pentingnya Deteksi Dini

Penundaan penanganan dapat menyebabkan apendiks pecah dan memicu infeksi berat di rongga perut. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengenali gejala sejak awal dan segera mencari bantuan medis guna mencegah komplikasi yang berbahaya.

Baca juga: Kulit Terasa Kasar dan Penuh Bintik Kecil? Kenali Bruntusan dan Cara Mengatasinya