Sukabumihitz – Lebih dari satu tahun setelah pergerakan tanah mengguncang Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, warga terdampak masih menunggu kepastian relokasi. Puluhan keluarga belum memperoleh waktu penempatan ke hunian tetap yang sudah selesai pengerjaannya. Ketidakjelasan tersebut membuat warga terus menjalani masa penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Ratusan Makam Tergusur Akibat Proyek Tol Bocimi, Relokasi Dilakukan Secara Bertahap
Hunian Tetap Telah Selesai, Namun Relokasi Belum Berjalan
Pemerintah sudah membangun 70 unit hunian tetap untuk korban pergerakan tanah. Namun, warga belum bisa menempati bangunan tersebut. Proses serah terima terhambat karena pembayaran pemerintah kepada pengembang belum mencapai tahap final. Kondisi administratif itu menahan warga untuk masuk ke rumah baru yang sudah layak huni.
Warga Masih Bertahan Pada Tempat Tinggal Sementara
Karena relokasi belum terlaksana, banyak keluarga harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sebagian menumpang pada rumah kerabat, sementara kelompok lain tetap bertahan pada hunian sementara dengan fasilitas terbatas. Ruang sempit, kebutuhan harian yang belum terpenuhi, serta lingkungan kurang nyaman membuat aktivitas warga tidak berjalan optimal.
Pergerakan Tanah Mengubah Rutinitas Warga
Ancaman pergerakan tanah memaksa warga meninggalkan rumah lama untuk menyelamatkan diri. Sejak saat itu, mereka menggantungkan harapan pada program relokasi pemerintah. Namun, huntap yang sudah selesai justru belum dapat mereka tempati, sehingga menambah rasa cemas dan kecewa pada banyak keluarga.
Warga Mendesak Penyelesaian Administrasi Relokasi
Warga meminta pemerintah segera menyelesaikan seluruh hambatan pembayaran serta urusan administrasi. Mereka berharap proses serah terima berlangsung cepat agar huntap benar-benar dapat mereka gunakan. Bagi warga, percepatan relokasi bukan sekadar prosedur, tetapi kebutuhan mendesak agar mereka memperoleh tempat tinggal aman serta layak.
Relokasi Mandek, Aktivitas Warga Ikut Terganggu
Ketidakpastian relokasi memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga kesulitan mengatur pekerjaan, pendidikan anak, serta rencana masa depan karena tempat tinggal belum stabil. Kondisi ini menghambat upaya warga untuk kembali pada rutinitas normal.
Warga Lembursawah menunggu langkah konkret pemerintah untuk merampungkan relokasi. Harapan mereka sederhana: memperoleh kepastian tempat tinggal agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang tenang, aman, dan bermartabat.
Baca Juga: Hujan Deras Tiga Hari Berturut-turut, Longsor dan Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Sukabumi














