Sukabumihitz – Bogor, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Kampus Utama dan PSDKU terus menunjukkan komitmen dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja digital. Salah satu langkah strategisnya terwujud melalui pembekalan sertifikasi kompetensi Teknisi Akuntansi Madya hasil kolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Bina Sarana Informatika.
Kegiatan berlangsung pada Senin (05/01) dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Teknisi Akuntansi Madya Menuju Profesionalisme di Era Transformasi Digital”. Mahasiswa semester V UBSI mengikuti pembekalan dengan antusias sebagai bagian dari persiapan menghadapi uji sertifikasi resmi.
Melalui pembekalan ini, peserta mempelajari keterpaduan konsep akuntansi dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam siklus akuntansi. Selain itu, materi juga menyoroti analisis laporan keuangan berbasis sistem, kepatuhan terhadap standar profesi, serta pentingnya keamanan data digital. Dengan pendekatan tersebut, program ini mendorong mahasiswa memahami tuntutan profesi akuntansi modern yang semakin berbasis teknologi.
Sebagai moderator Lila Dini Utami memandu acara dengan pembukaan dan menyanyikan lagi Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Program Studi SIA Kampus Kota Surakarta, Dr. Candra Agustina, dalam sambutannya Ia menekankan pentingnya sertifikasi profesi di dunia kerja kontemporer.
“Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan bukti pengakuan bahwa keahlian teknis dan pengetahuan teoritis mahasiswa telah memenuhi standar nasional. Ini adalah modal berharga untuk bersaing di tengah derasnya transformasi digital sektor akuntansi dan keuangan” ujar Dr. Candra.
Baca juga: SMITEAC 2025 Dorong Kreativitas dan Inovasi Keuangan Berbasis Teknologi Digital
Acara selanjutnya pemaparan materi oleh Rifky Permana, selaku narasumber utama, Ia menyampaikan bahwa peran teknisi akuntansi madya kini telah berevolusi.
“Transformasi digital menuntut para calon profesional akuntansi tidak hanya mahir membaca angka, tetapi juga menguasai tools akuntansi digital, memahami proses otomatisasi, dan mampu mengelola data finansial dalam platform berbasis cloud. Kompetensi inilah yang akan kami asah bersama,” ujar Rifky.

Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satunya, Muhammad Iqbal, mahasiswa SIA Kampus Kota Bogor, mengajukan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan sertifikasi. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa dalam meningkatkan kapabilitas di bidang sistem informasi akuntansi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui pembekalan ini, Prodi SIA Kampus Kota Bogor mengambil langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia profesi. Program ini tidak hanya mempersiapkan mahasiswa agar lulus secara akademis, tetapi juga mendorong mereka memiliki sertifikasi profesional sebagai bekal karier. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi program studi, yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, adaptif, dan siap berkontribusi menghadapi dinamika industri keuangan di era digital.














