Berita

Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi

70
×

Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
harga-cabai
Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi. | Sumber : Pinterest

Sukabumihitz – Kabar baik menyapa warga Kota Sukabumi pada awal Januari 2026. Setelah harga cabai sempat melonjak dan memberatkan konsumen sejak akhir Desember 2025, kini harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional mengalami penurunan tajam. Kondisi ini meringankan beban rumah tangga sekaligus membantu pelaku usaha kuliner menjaga stabilitas biaya produksi.

Hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa penurunan harga terjadi pada hampir seluruh jenis cabai unggulan. Melimpahnya pasokan di tingkat distributor mendorong harga pasar kembali turun ke kisaran normal, bahkan lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Harga Cabai Merah Alami Koreksi Paling Tajam

Cabai merah mencatat penurunan harga paling signifikan. Jika pada akhir tahun lalu pedagang menjual komoditas ini hingga Rp50.000 per kilogram, kini harga cabai merah turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram di pasar-pasar tradisional Sukabumi.

Baca Juga : Sambut 2026, Berikut Resep Barbeque Sederhana untuk Malam Tahun Baru

Panen Raya Perkuat Ketersediaan Pasokan

Stabilnya harga cabai saat ini berkaitan erat dengan masuknya masa panen raya di sejumlah daerah sentra produksi. Petani di wilayah penyangga secara serentak meningkatkan hasil panen, sehingga pasokan ke pasar melonjak dan memperkuat ketahanan stok, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Cuaca yang relatif kondusif turut mendukung kelancaran distribusi dari lahan pertanian ke pasar utama di Sukabumi. Pasokan yang melimpah menghilangkan potensi kelangkaan barang yang kerap memicu lonjakan harga. Situasi ini berdampak langsung pada keterjangkauan harga bagi konsumen.

Penurunan Harga Dorong Aktivitas Pasar

Turunnya harga cabai membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Masyarakat kembali meningkatkan belanja kebutuhan dapur seiring pulihnya daya beli. Para pedagang pun mampu mempercepat perputaran stok karena permintaan kembali meningkat setelah sempat melemah akibat tingginya harga di akhir tahun.

Selain itu, kondisi ini membantu pemerintah daerah menjaga inflasi tetap terkendali pada awal kuartal pertama 2026. Pemerintah melalui instansi terkait terus memperketat pengawasan distribusi guna memastikan pasokan tetap lancar dan mencegah praktik penjualan yang merugikan konsumen di tengah melimpahnya hasil panen petani.

Baca Juga : Warkop Pikop Jadi Favorit Anak Muda Sukabumi untuk Nongkrong dan WFC