Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kabupaten Sukabumi Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Kabupaten Sukabumi Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

  • account_circle Dian
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selama dua hari berturut-turut, Selasa (3/12) dan Rabu (4/12), mengakibatkan serangkaian bencana hidrometeorologi di 33 lokasi. Bencana tersebut meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah yang merusak berbagai wilayah di 22 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi mencatat tanah longsor terjadi di 13 titik, banjir di 9 lokasi, angin kencang di 7 wilayah, serta pergerakan tanah di 4 titik. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan di Kecamatan Gegerbitung longsor merenggut satu nyawa. Hingga kini, tim gabungan masih berupaya mencari korban yang tertimbun material longsor.

“Mayoritas kasus bencana terjadi pada Rabu. Akibatnya ratusan jiwa terdampak bahkan satu warga meninggal akibat tertimbun tanah longsor di Kecamatan Gegerbitung yang hingga saat ini masih dalam pencarian,” ujar Deden Sumpena, mengutip dari Antara.

Jalan amblas di ruas jalan Loji – Balewer – Puncakdarma Kec Ciemas Kab Sukabumi. | Doc: IG @Sukabumiface

Baca juga: Waspada Hujan di Sukabumi, BMKG Prediksi Potensi Petir dan Angin Kencang

Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 243 jiwa dari 103 kepala keluarga terdampak, dengan 93 orang dari 46 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Selain itu, tujuh kepala keluarga lainnya berada dalam kondisi rawan. Kerusakan bangunan cukup parah, dengan 40 rumah terdampak mulai dari kerusakan ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Selain itu, enam fasilitas umum juga rusak.

Untuk merespons kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini untuk mempercepat proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga penyaluran bantuan logistik bagi para korban.

Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Warga diimbau tetap waspada dan mematuhi arahan dari petugas untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Baca juga: Pelatihan Sketch Metademolab Dorong Inovasi Pembelajaran PAUD di Desa Karangtengah

  • Penulis: Dian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temukan Kemudahan Masuk Universitas Melalui Pendaftaran Online

    Temukan Kemudahan Masuk Universitas Melalui Pendaftaran Online

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era digital yang terus berkembang ini, teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan kita, termasuk pendidikan. Kini, memperoleh pendidikan tinggi tak lagi memerlukan kunjungan langsung ke kampus untuk mendaftar. Dengan adanya pendaftaran online, kita dapat menjelajahi dunia universitas dengan mudah dan kenyamanan yang tak terhingga. Dalam artikel ini, kami akan mengungkapkan beberapa universitas […]

  • Sidang kasus pencurian Box FAT Iconnet

    Hakim Putuskan Hukuman 1 Tahun Penjara Terhadap Kasus Pencurian Box FAT Iconnet di Depok

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Sidang kasus pencurian Box FAT Iconnet di daerah Sukma Jaya, Cilodong, Depok sudah ditetapkan putusannya oleh Pengadilan Negeri Depok pada Rabu (3/4) lalu. Kasus yang menghebohkan warga sejak Senin, 25 Desember 2023 tahun lalu itu, akhirnya mendapatkan kejelasan hukum. Dalam persidangan tersebut, hakim menetapkan hukuman pidana penjara selama 1 (satu) tahun bagi terdakwa, […]

  • Mandi & Keramas Saat Haid ini Fakta yang Bikin Tenang | Sumber: Kehamilan Sehat

    Boleh atau Tidak Keramas Saat Haid? Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Larangan keramas saat haid masih banyak dipercaya sebagian masyarakat. Ada anggapan bahwa mencuci rambut ketika menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala berkepanjangan hingga mengganggu kesehatan tubuh. Namun, apakah benar keramas saat haid berbahaya atau hanya sekadar mitos? Keyakinan yang Masih Hidup di Masyarakat Sejak lama, orang-orang sering mengingatkan perempuan untuk tidak mandi apalagi keramas […]

  • Pentas Seni

    Semarak Kreativitas! Pentas Seni MI Cimahi Peuntas: Aksara, Cakrawala, Karya Bersama BSI Explore 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – 26 Februari 2025, acara Pentas Seni MI Cimahi Peuntas berlangsung meriah dengan penuh semangat seni. Tim BSI Explore 2025 Desa Cibolang Kaler menghadirkan berbagai pertunjukan yang memukau. Dengan mengusung tema Aksara, Cakrawala, Karya (ACAKA), acara ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan para guru, mahasiswa, Kegiatan ini […]

  • voli

    SEA V League Putri 2025: Timnas Voli Indonesia Hadapi Vietnam di Laga Pembuka

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Timnas Voli Putri Indonesia resmi memulai perjuangan di SEA V League Putri 2025 dengan melawan Vietnam pada leg pertama yang berlangsung di Korat Chatchai Hall, Thailand. Laga digelar Jumat siang pukul 13.30 WIB dan disiarkan langsung melalui Moji TV dan Vidio. SEA V League: Panggung Voli Putri ASEAN SEA V League merupakan turnamen voli […]

  • AI

    UNM Selenggarakan Webinar Tentang Teknologi AI dan Blockchain untuk Era Bisnis Digital

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – Program Studi Magister Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) akan mengadakan webinar “Artificial Intelligence and Blockchain in Research” pada Selasa, 10 Desember 2024, pukul 17.00-21.00 WIB. Webinar ini akan membahas peran integrasi AI dan blockchain dalam membuka peluang riset untuk pengembangan ekonomi digital terdesentralisasi. Eni Heni Hermaliani menjelaskan […]

expand_less