Sementara itu, longsor di Parungkuda menyebabkan terputusnya jembatan penghubung di Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkaso Landeuh. Kondisi tersebut menghambat aktivitas dan akses masyarakat di wilayah tersebut.
Di Simpenan, bencana banjir dan longsor melanda wilayah Desa Mekarasih. Longsoran tebing menutup akses jalan desa dan mengisolasi jalur transportasi. Selain itu, jembatan penghubung ke Kecamatan Warungkiara mengalami kerusakan akibat terjangan air, serta saluran irigasi Pasirmalang jebol dan mengancam keberlangsungan lahan pertanian.
Longsor juga terjadi di Kecamatan Warungkiara pada beberapa titik, menyebabkan jalan desa dan jalan kabupaten mengalami amblas dan tertutup material tanah. Situasi ini memerlukan penanganan lanjutan agar akses warga kembali normal.
Adapun di Kecamatan Cikembar, pergerakan tanah mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan berat. Sementara itu, tiga rumah lainnya berada dalam kondisi rawan dan perlu pemantauan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan langkah tanggap darurat dan memperbarui data kerusakan. Selain itu, BPBD memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah daerah, aparat setempat, dan relawan kebencanaan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
“Kami tetap siaga dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” pungkasnya.
Melalui respons cepat dan kerja sama lintas sektor, BPBD Kabupaten Sukabumi berupaya mengurangi risiko bencana serta mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Baca Juga : Kabupaten Sukabumi Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi














