Sukabumihitz — Upaya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi memasuki babak baru dengan dimulainya pembangunan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang berlangsung pada Selasa (1/7), di kawasan Sono Coffee dan dihadiri langsung oleh jajaran pejabat pemerintah daerah serta pelaku UMKM.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan bahwa gedung ini akan menjadi tempat strategis bagi pengrajin lokal dalam memasarkan produknya. Menurutnya, gedung ini bukan hanya simbol fisik, melainkan juga bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendukung ekonomi rakyat.
“Gedung Dekranasda akan menjadi rumah besar bagi para pelaku industri kerajinan di Sukabumi. Kita ingin para pengrajin kita naik kelas, tidak hanya menjangkau pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga ekspor,” kata Ayep, mengutip dari KDP Kota Sukabumi.
Baca juga: BBM Non-Subsidi Naik per Juli 2025, Berikut Daftar Harga Pertamax hingga Dexlite di Pulau Jawa
Pembangunan gedung rencana akan selesai selama 150 hari kerja, di lahan 360 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar. Fungsi gedung akan meliputi ruang pameran produk UMKM, inkubator bisnis, hingga pusat pelatihan dan konsultasi.
Selain itu, Ayep juga memaparkan rencana jangka panjang berupa pembangunan gedung ekspor. Pembangunan gedung ekspor fokus untuk mendukung aktivitas perdagangan luar negeri, khususnya produk UMKM lokal yang memiliki potensi ekspor. Hal ini selaras dengan misi Sukabumi sebagai kota kreatif dan mandiri secara ekonomi.
Peletakan batu pertama ini menjadi simbol mulainya langkah konkret menuju penguatan ekonomi berbasis budaya dan keterampilan. Para pelaku UMKM berharap kehadiran gedung Dekranasda bisa membawa perubahan signifikan dan membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi lokal.