Berita

Aksi Duel Maut di Sukabumi: 8 Orang Ditangkap Terkait Tragedi Sabetan Senjata Tajam

35
×

Aksi Duel Maut di Sukabumi: 8 Orang Ditangkap Terkait Tragedi Sabetan Senjata Tajam

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi. | Doc: Kibrispdr

Sukabumihitz – Polisi berhasil menangkap delapan orang terkait dengan aksi duel maut yang terjadi di Kampung Babakan, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (4/5) lalu. Aksi tersebut melibatkan sejumlah pelajar dan alumni SMP yang saat ini masih pelajar SMA.

Peristiwa duel maut ini menimpa seorang remaja MPY berusia 14 tahun. Korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam, bahkan tempurung kepalanya patah akibat serangan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah berhasil menangkap pelaku utama yang melakukan pembacokan bersama tujuh orang lainnya dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian.

Menurutnya, Peristiwa ini bermula dari tantangan yang dilontarkan melalui media sosial Instagram oleh pihak korban kepada para pelaku.

Baca juga: Tembus 3 Juta Penonton, Film “SIKSA KUBUR”: Mempertanyakan Ketidakpercayaan akan Siksa di Alam Kubur

“Ada yang SMA (alumni SMP pelaku) dia yang ngajakin adik-adiknya berantem. Alumni itu bilang, ieu tantangan cokot moal, (ini ada tantangan mau di ambil nggak) ya sudah jadi, ambil. Terjadilah itu (duel),” ujar Ali, mengutip dari detikJabar.

Alumni tersebut kemudian memprovokasi para pelaku untuk merespons tantangan tersebut dengan cara yang tidak bijaksana. Mereka memobilisasi sejumlah pelajar, termasuk pelaku utama yang berinisial MF (14 tahun), untuk menyelesaikan perselisihan tersebut secara fisik.

Sementara itu, unit PPA sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap latar belakang dan motif sebenarnya dari peristiwa ini.

“(Motif) dalam proses pendalaman penyidik. Pelaku sudah diamankan, sekarang dalam proses pemeriksaan penyidik unit PPA,” tutupnya.

Baca juga: PLN Icon Plus Peringati Hardiknas Lewat Program “Icon Plus Goes to School”