Sukabumihitz – Generasi muda menghadapi tantangan besar karena teknologi berkembang sangat cepat. Informasi asing masuk tanpa batas dan membawa banyak pengaruh baru. Kondisi itu membuat fokus terhadap jati diri bangsa sering bergeser. Banyak anak muda mengenal budaya luar dengan sangat baik, namun tidak selalu mengenal budaya lokal yang menjadi akar identitas bangsa. Melihat kondisi tersebut, edukasi menjadi langkah penting agar rasa cinta negara tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Pemahaman terhadap sejarah lokal juga mulai menurun karena perhatian mereka lebih banyak tertuju pada konten cepat dan hiburan digital. Hal ini memicu melemahnya rasa cinta negara pada sebagian generasi muda. Situasi itu perlu lembaga pendidikan tangani dengan pendekatan edukatif yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Baca Juga: UBSI Sukabumi Raih Hibah Pengabdian 2026, Dorong Transformasi Usaha Kopi Berbasis Digital
Edukasi Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Karakter
Tim PkMM BSI menyelenggarakan sosialisasi bertema “Edukasi sejarah dan budaya lokal ke generasi muda” sebagai langkah memperkuat pemahaman kebangsaan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 di PKBM Prestasi Gemilang. Program tersebut berjalan selama satu jam, mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Kasmin, AP.Par., S.Pd., M.M hadir sebagai pembimbing kegiatan sekaligus pengarah diskusi.
Pembimbing menjelaskan peran penting sejarah lokal dalam membangun karakter bangsa. Sejarah menghadirkan banyak pelajaran tentang perjuangan, nilai moral, dan identitas. Kegiatan ini juga mengajak peserta memahami bahwa budaya lokal menyimpan banyak kearifan yang relevan bagi kehidupan masa kini. Materi disajikan secara ringan dan komunikatif agar peserta nyaman dan mudah memahami pesan yang disampaikan.
Interaksi dan Diskusi untuk Memperkuat Rasa Cinta Negara
Peserta mengikuti sesi diskusi interaktif yang membuat suasana kegiatan terasa lebih hidup. Mereka bertanya, berbagi pendapat, dan menceritakan pengalaman terkait sejarah atau budaya di lingkungan masing-masing. Metode ini membuat peserta lebih terhubung dengan materi serta memunculkan rasa bangga terhadap identitas daerah mereka.
Pendekatan komunikatif tersebut membantu peserta menyadari bahwa mereka memiliki peran besar dalam menjaga warisan budaya. Mereka mulai melihat bahwa rasa cinta negara tidak hanya hadir melalui simbol, tetapi melalui tindakan sederhana seperti menghargai budaya lokal dan mempelajari sejarah lokal.
Baca Juga: Sosialisasi Integrasi Hasil Penelitian dan Pengabdian ke Bahan Ajar Digelar di UBSI Sukabumi
Implementasi Nilai Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan PkMM ini mendorong peserta menerapkan nilai kebangsaan dalam aktivitas sehari-hari. Peserta diajak menjaga lingkungan, menghargai keberagaman, dan aktif mengikuti kegiatan positif di masyarakat. Nilai kecil seperti saling menghormati, jujur, dan peduli menjadi bagian dari wujud nyata cinta negara.
Tim PkMM BSI berharap kegiatan ini melahirkan generasi muda yang kuat secara karakter, bangga terhadap identitas bangsa, dan siap menjaga keberlanjutan budaya di masa depan. Dengan meningkatnya tantangan terhadap identitas budaya di era globalisasi, edukasi tersebut menjadi langkah penting agar nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah perubahan zaman.














