BisnisOpini

Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

9
×

Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ide Bisnis Mahasiswa yang Berhenti di Wacana | Sumber: Dok. Istimewa

Sukabumihitz – Mahasiswa masa kini sejatinya tidak kekurangan gagasan bisnis. Yang masih menjadi persoalan justru keberanian untuk melangkah dan ketersediaan ruang yang mau menerima kegagalan. Kalimat yang kerap terdengar pun hampir selalu sama: “Idenya sudah ada, Pak… tapi bingung mulainya dari mana.” Ada pula yang lebih lugas mengakui, “Takut salah.”

Persoalan ini bukan soal kemalasan. Ini tentang belum terciptanya ekosistem yang cukup aman untuk mencoba. Sebagai Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center, saya melihat satu ironi menarik: ide bisnis hidup dan menjanjikan dalam pikiran mahasiswa, tetapi kerap gugur sebelum benar-benar terwujud di dunia nyata.

Mahasiswa Punya Ide Bisnis, Tapi Berhenti di Wacana

Peluang bisnis sebenarnya hadir di sekitar mahasiswa. Usaha kuliner sederhana, layanan digital, industri kreatif, hingga produk berbasis teknologi menjadi bagian dari keseharian mereka. Namun, banyak gagasan berhenti pada tahap wacana. Terpikir, lalu tertunda. Kampus kerap tanpa sadar ikut memperkuat pola ini ketika lebih fokus pada teori, tetapi kurang menyediakan ruang aman untuk mencoba dan gagal.

Mahasiswa dan Pentingnya Ruang Aman di Kampus

Minimnya ruang aman membuat mahasiswa memilih menunda langkah. Kesalahan terasa menakutkan, sehingga ide lebih aman tersimpan di kepala. Lingkungan akademik yang menitikberatkan jawaban benar sering kali menyisakan sedikit ruang untuk proses, padahal kewirausahaan tumbuh dari percobaan dan pembelajaran berulang.

Baca Juga: Pendidikan Digital Kreatif Siapkan Generasi Unggul di Dunia Profesional