Sukabumihitz – Puluhan pelajar SDN Sukamukti di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menjalani perjuangan ekstra setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah. Jalan rusak parah yang dipenuhi lumpur tebal, terutama saat musim hujan, memperlambat perjalanan sekaligus mengancam keselamatan anak-anak.
Kondisi memprihatinkan ini mencuat setelah warganet menyebarkan video yang memperlihatkan pelajar berseragam sekolah berjalan tertatih-tatih menembus lumpur. Warga juga mengunggah foto bertuliskan “Kami butuh perbaikan jalan daripada MBG!” sebagai bentuk keluhan sekaligus harapan terhadap perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Jalan Rusak Parah Jadi Akses Utama Warga
Jalan di Kampung Babakan RT 03 RW 04 mengalami kerusakan sejak lama. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir semakin memperparah kondisi jalan hingga permukaannya licin, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan.
Baca Juga: Double Degree Jadi Strategi Mahasiswa Hadapi Persaingan Kerja Era Digital
Warga setempat memanfaatkan jalur tersebut sebagai akses utama untuk beraktivitas sehari-hari. Mereka melewati jalan itu untuk bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Saat hujan turun, lumpur tebal menutup permukaan jalan dan menyulitkan siapa pun yang melintas.
Pelajar Menempuh Jalan Becek Sejauh Satu Kilometer
Para pelajar harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer melewati medan becek dan licin untuk tiba di SDN Sukamukti. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terpeleset, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Dalam situasi tertentu, orang tua ikut membantu perjalanan anak-anak mereka. Sebagian orang tua bahkan menggendong anak agar bisa sampai ke sekolah dengan aman dan selamat.
Warga Mendesak Pemerintah Segera Bertindak
Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki akses jalan sebelum dampaknya meluas. Mereka menilai jalan rusak tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga mengganggu hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Harapannya segera ada perbaikan supaya anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman dan nyaman, dan ibu-ibu tidak kesulitan lagi setiap hari,” ujar salah satu warga.














