Sukabumihitz – Dunia pendidikan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Menjawab tantangan era Pendidikan 4.0 yang menuntut metode belajar kreatif dan fleksibel, mahasiswa prodi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program Kampus Digital Kreatif dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggelar workshop edukatif di SMK Kesehatan Juang Kencana. Kegiatan ini memperkenalkan konsep pembelajaran modern melalui tema “6 Model Permainan dalam Belajar.”
Workshop berlangsung pada Jumat, 13 November 2025 pukul 10.30 WIB hingga selesai di SMK Kesehatan Juang Kencana. Siswa dan guru mengikuti sesi diskusi interaktif serta simulasi praktik penerapan model permainan.
Baca juga: Sinergi Sistem Informasi dan Agriteknologi: Inovasi Budidaya Hidroponik Aerfarm
Workshop ini bertujuan mempertemukan teori akademik dengan praktik di kelas, khususnya bagi siswa sekolah kejuruan yang membutuhkan pengalaman belajar berbasis keterampilan.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Muhammad Fauzi Albughori, Filan Fadilah Sudarjat, Yehezkiel Aldo Gibran Naibaho, dan Genta Wahyu Pratama.
Enam Model Permainan sebagai Solusi Pembelajaran
Melalui pendekatan gamification, siswa mendapatkan pemahaman baru tentang cara belajar yang menyenangkan sekaligus efektif. Enam model permainan dirancang untuk membantu guru menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menyenangkan.
Model-model tersebut membantu mengatasi kejenuhan, meningkatkan fokus, dan memperkuat motivasi siswa agar lebih aktif dalam proses belajar.
Strategi Pembelajaran Berbasis Game

Dalam sesi pemaparan, tim pelaksana mengenalkan berbagai strategi, mulai dari sistem poin, papan peringkat (leaderboard), hingga narasi petualangan sebagai kerangka pembelajaran. Pendekatan ini mendorong siswa terlibat secara aktif, mengembangkan kerja sama, dan memperkuat daya ingat terhadap materi pelajaran.
Peran Mahasiswa sebagai Agen Inovasi
Kegiatan ini menjadi bukti peran aktif mahasiswa dalam dunia pendidikan menengah. Mahasiswa menjadi motor penggerak pelaksanaan workshop sekaligus pendamping peserta. Mereka membawa semangat inovasi langsung ke ruang kelas dan memberikan contoh nyata bahwa mahasiswa dapat berkontribusi aktif untuk meningkatkan mutu pendidikan.














