KeagamaanOpini

Membangun Bahtera Rumah Tangga yang Damai dalam Perspektif Islam

116
×

Membangun Bahtera Rumah Tangga yang Damai dalam Perspektif Islam

Sebarkan artikel ini
rumah tangga
Membangun Keluarga Sakinah: Fondasi Harmonis dalam Islam | Sumber: istockphoto

Sukabumihitz – Setiap orang mendambakan kehidupan rumah tangga yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan. Dalam Islam, kondisi ideal itu dikenal sebagai keluarga sakinah. Konsep ini bukan hanya tentang rumah tangga tanpa konflik, tetapi tentang bagaimana pasangan suami istri membangun hubungan yang damai, saling memahami, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Makna Keluarga Sakinah dalam Islam

Kata sakinah berasal dari bahasa Arab yang berarti ketenangan, kedamaian, dan ketenteraman. Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa ketenteraman bukan datang secara otomatis, tetapi tumbuh dari usaha bersama melalui cinta, kasih sayang, dan sikap saling memahami.

Baca juga: Fondasi Generasi Hebat: Pentingnya Pendidikan Keagamaan Sejak Dini

Gambar ilustrasi | Sumber: Generated AI (Gemini)

Contoh Sikap untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah

Mewujudkan keluarga sakinah membutuhkan tindakan nyata. Berikut beberapa sikap yang dapat dilakukan sehari-hari:

  1. Menjalankan ibadah bersama, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
  2. Komunikasi yang baik, komunikasi menjadi jembatan untuk memahami perasaan dan kebutuhan satu sama lain. Pasangan yang terbuka akan lebih mudah menghindari kesalahpahaman.
  3. Saling menghargai dan menguatkan, Rasulullah SAW mengajarkan agar suami istri saling memuliakan. Sikap lembut Rasul kepada keluarganya menjadi teladan utama bagi rumah tangga muslim.
  4. Mengutamakan musyawarah ketika menghadapi persoalan keluarga serta sabar dalam menjalani ujian dan tantangan dalam rumah tangga.
  5. Menjaga akhlak seperti berkata lembut, tidak meremehkan pasangan, dan menghindari ucapan yang menyakitkan.
  6. Menghadirkan waktu berkualitas bersama keluarga, meski singkat.
  7. Selalu bersyukur karena rasa syukur akan memperluas rezeki dan ketenangan dalam keluarga.
  8. Mendidik anak dengan kasih sayang serta memberikan teladan yang baik dalam akhlak dan ibadah.

Rasulullah SAW sebagai Teladan 

Rasulullah SAW bukan hanya pemimpin umat, tetapi juga sosok suami dan ayah yang penuh kelembutan. Beliau membantu pekerjaan rumah, penuh perhatian, dan selalu menjaga tutur kata.

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku,” (HR. Tirmidzi No. 3895)

Keteladanan Nabi menunjukkan bahwa akhlak mulia menjadi kunci lahirnya ketenangan dalam rumah tangga.

Membangun keluarga sakinah bukan tugas sehari atau seminggu, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan kesadaran, usaha, dan doa. Dengan iman yang kuat, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati, keluarga akan merasakan ketenangan yang Allah janjikan. Setiap langkah kecil menuju kebaikan akan membawa rumah tangga semakin dekat pada keberkahan.

Baca juga: Seni Berdoa dengan Adab: Kunci Doa yang Mustajab