Sukabumihitz – Banyak pasangan yang merencanakan pernikahan tanpa mempertimbangkan kecocokan rhesus darah. Padahal, perbedaan rhesus antara suami dan istri bisa menimbulkan risiko serius saat kehamilan, terutama jika istri memiliki rhesus negatif dan suami rhesus positif.
Rhesus merupakan faktor protein yang terdapat di permukaan sel darah merah. Orang dengan rhesus positif memiliki protein tersebut, sementara rhesus negatif tidak. Ketika wanita dengan rhesus negatif mengandung anak dari pasangan rhesus positif, janin bisa mewarisi rhesus ayahnya. Tubuh ibu pun dapat menganggap darah janin sebagai zat asing dan membentuk antibodi untuk menyerangnya. Kondisi ini disebut incompatibilitas rhesus.
Baca juga : Stunting Bukan Takdir! Cegah Lewat Nutrisi Sejak dalam Kandungan
Risiko yang Bisa Terjadi Jika Menikah Beda Rhesus:
- Penyakit Hemolitik pada Janin dan Bayi Baru Lahir : Antibodi dari tubuh ibu dapat menyerang sel darah merah janin, menyebabkan kerusakan parah. Janin bisa mengalami anemia berat, pembengkakan organ, atau lahir dalam kondisi kritis.
- Keguguran atau Kematian Janin dalam Kandungan : Jika tidak ditangani, reaksi imun ini bisa menyebabkan kehamilan tidak berkembang atau janin meninggal sebelum cukup bulan.
Komplikasi pada Kehamilan Selanjutnya : Antibodi yang sudah terbentuk akan tersimpan lama di tubuh ibu. Pada kehamilan berikutnya, antibodi tersebut bisa menyerang janin lebih awal, meningkatkan risiko komplikasi meskipun kehamilan sebelumnya berjalan lancar.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Untuk menekan risiko, pasangan sebaiknya memeriksakan golongan darah dan rhesus sebelum menikah. Jika terdapat perbedaan rhesus, dokter biasanya memberikan suntikan imunoglobulin anti-D kepada wanita dengan rhesus negatif, umumnya pada usia kehamilan 28 minggu dan setelah melahirkan apabila bayi memiliki rhesus positif.
Suntikan ini mampu mencegah pembentukan antibodi dan melindungi kehamilan-kehamilan berikutnya. Selain itu, pemeriksaan kehamilan secara berkala juga penting untuk memastikan kondisi janin tetap sehat.
Pentingnya Edukasi Kesehatan Pra-Nikah
Mengetahui golongan darah dan faktor rhesus sebelum menikah merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga di masa depan. Dokter melakukan pemeriksaan ini bukan untuk menilai kecocokan pasangan secara personal, melainkan sebagai langkah medis preventif yang membantu menghindari risiko kehamilan bermasalah.
Bagi pasangan dengan perbedaan rhesus, bukan berarti kehamilan tidak bisa berjalan lancar. Dengan informasi yang tepat dan tindakan medis yang sesuai, seperti pemberian imunoglobulin anti-D, potensi komplikasi bisa secara signifikan.
Di era modern, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan semakin terbuka. Oleh karena itu, memahami faktor rhesus merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam menciptakan kehamilan yang sehat dan aman.