Sukabumihitz – Hati atau liver adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang memiliki lebih dari 500 fungsi penting. Di antaranya adalah menyaring racun, memproses zat gizi, membantu metabolisme lemak, dan menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Meski perannya sangat penting, banyak orang kurang peduli terhadap kesehatan hati hingga muncul gejala kerusakan yang serius.
Hati adalah organ tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel yang rusak. Namun, mengutip dari Siloam Hospitals, apabila kerusakan yang terjadi cukup besar atau berlangsung dalam jangka panjang, maka kemampuan hati untuk memperbaiki diri akan menurun. Akibatnya, fungsi hati dapat terganggu dan berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Inilah alasan mengapa menjaga kesehatan hati sejak dini sangatlah penting.
Penyakit yang umum menyerang hati
Beberapa penyakit yang umum menyerang hati meliputi hepatitis (radang hati), perlemakan hati (fatty liver), sirosis, hingga kanker hati. Sayangnya, kerusakan hati sering kali terjadi secara perlahan dan tanpa gejala jelas, sehingga baru terdeteksi saat kondisinya sudah parah.
Faktor – faktor yang merusak kesehatan hati
Ada berbagai faktor risiko yang dapat merusak kesehatan hati, diantaranya :
- Konsumsi alcohol berlebihan
Alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan permanen pada sel hati (sirosis). - Pola makan tinggi lemak dan tidak seimbang
Diet yang buruk berkontribusi pada penumpukan lemak di hati (fatty liver). - Obesitas
Berat badan berlebih meningkatkan risiko perlemakan hati non-alkoholik. - Infeksi virus hepatitis B dan C
Virus ini dapat menyebabkan peradangan hati kronis dan berujung pada kerusakan hati jangka panjang. - Penggunaan obat atau zat kimia secara tidak bijak
Konsumsi obat tanpa resep, overdosis, atau paparan bahan kimia beracun dapat membebani fungsi hati. - Gaya hidup tidak aktif (kurang olahraga)
Kurangnya aktivitas fisik memperparah risiko penumpukan lemak di hati. - Kebiasaan merokok
Zat berbahaya dalam rokok berkontribusi terhadap stres oksidatif dan peradangan hati.
Baca juga: Jangan Terlalu Banyak! Ini Dampak Minum Teh Manis Berlebihan
Banyak orang sering mengabaikan gejala awal gangguan hati, seperti kulit dan mata yang menguning (jaundice), perut membesar, mudah lelah, mual, dan hilangnya nafsu makan. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius bahkan mengancam nyawa.
Menjaga kesehatan hati sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Hati
Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak jenuh dan tinggi serat untuk mendukung fungsi metabolisme hati.
Menghindari alkohol dan rokok karena keduanya mengandung zat beracun yang merusak sel-sel hati.
Berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari untuk membantu mengontrol berat badan dan mencegah penumpukan lemak di hati.
Melakukan vaksinasi hepatitis B sebagai langkah perlindungan dari infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan hati kronis.
Menjaga berat badan ideal dan rutin memeriksa fungsi hati, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas atau riwayat keluarga dengan penyakit hati.
Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan hati, karena kita bisa mencegah kerusakan organ ini sejak dini. Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, kita bisa menjaga organ hati tetap berfungsi optimal sepanjang hidup.