Gaya HidupKesehatan

Minum Teh Setelah Makan: Sehat atau Berisiko?

124
×

Minum Teh Setelah Makan: Sehat atau Berisiko?

Sebarkan artikel ini
Kenali Waktu Terbaik Minum Teh Agar Manfaatnya Maksimal | Sumber : Teh Sariwangi
Kenali Waktu Terbaik Minum Teh Agar Manfaatnya Maksimal | Sumber : Teh Sariwangi

Sukabumihitz – Minum teh setelah makan adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, terutama di budaya Asia. Namun, ada kekhawatiran bahwa kebiasaan ini bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi, khususnya zat besi. Hal ini disebabkan oleh kandungan tanin dan asam fitat dalam teh yang bisa berikatan dengan zat besi non-heme dari makanan, sehingga membuat tubuh lebih sulit menyerapnya.

Jika ini terjadi secara terus-menerus, terutama pada orang yang pola makannya rendah zat besi, dapat meningkatkan risiko anemia.

Zat besi sangat penting bagi tubuh untuk membentuk hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan lemas, lesu, hingga gangguan konsentrasi. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan waktu minum teh agar tetap dapat menikmati manfaatnya tanpa mengurangi asupan gizi dari makanan.

Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Mata dari Radiasi Blue Light

Dampak Terhadap Pencernaan

Selain memengaruhi penyerapan zat besi, beberapa jenis seperti teh hitam dan teh hijau bersifat asam dan bisa memicu iritasi lambung, terutama jika mengkonsumsi langsung setelah makan dalam kondisi perut penuh. Beberapa orang melaporkan mengalami ketidaknyamanan pada lambung, seperti perih, kembung, atau mual. Bagi penderita maag atau gangguan lambung lainnya, minum teh setelah makan dapat memperparah gejala.

Para ahli menyarankan agar memberi jeda 1 hingga 2 jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh. Tujuannya agar proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, terutama zat besi, dapat berlangsung lebih optimal.

Alternatif Minuman Setelah Makan

Jika ingin minum segera setelah makan, air putih adalah pilihan terbaik. Air membantu mencerna makanan tanpa efek samping terhadap penyerapan zat gizi. Orang-orang tetap bisa mengonsumsi  sebagai minuman sehat jika memilih waktu yang tepat.

Memilih Jenis Teh yang Tepat

Selain memperhatikan waktu, kamu juga perlu memilih jenis teh yang tepat. Teh herbal seperti chamomile, peppermint, atau jahe biasanya memberikan efek lebih ringan dan bersahabat untuk lambung dibandingkan dengan teh hitam atau teh hijau. Karena kandungan taninnya rendah, teh herbal tidak banyak mengganggu penyerapan nutrisi. Orang-orang yang memiliki lambung sensitif atau gangguan pencernaan pun cenderung lebih nyaman saat mengonsumsi teh jenis ini setelah makan.

Namun, tetap penting untuk memperhatikan kandungan tambahan dalam teh kemasan, seperti gula atau bahan pengawet, yang justru bisa menambah beban bagi sistem pencernaan. Oleh karena itu, menyeduh teh dari daun teh asli atau bahan herbal alami menjadi pilihan yang lebih baik.

Baca juga : Alternatif Pengobatan Ginjal Lewat Tanaman Herbal