BeritaBisnis

Sukabumi Economy Summit 2025 Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Inovasi dan Digitalisasi

161
×

Sukabumi Economy Summit 2025 Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Sukabumi Economy Summit 2025

Sukabumihitz – Sukabumi Economy Summit 2025 dengan tema “Sustainable Export Strategy: Penetrating Global Market with Local Innovation & Excellence,” berhasil terselenggara pada Kamis (22/5), bertempat di aula kampus Universitas BSI Sukabumi Jl. Cemerlang No. 08, Sukakarya, Kota Sukabumi. Acara ini menjadi kesempatan baik bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menggali strategi ekspor yang berkelanjutan.

Tiga pembicara utama hadir membagikan ilmu dan pengalaman seputar strategi ekspor, penguatan UMKM, dan optimalisasi teknologi digital. Novi Hutami dari Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Nunki Juniarti dari ICC Centre of Entrepreneurship, serta Luqman Anindityo, Onboarding Redseller Executive dari PT Comeasure Solutions Indonesia (RedDoorz).

Novi Hutami memaparkan strategi pengembangan ekspor nasional melalui peningkatan kualitas produk dan sertifikasi internasional seperti HACCP dan sertifikasi halal. Ia juga memperkenalkan program pendukung seperti Good Design Indonesia dan Indonesian Design Development Center yang memfasilitasi pelaku usaha agar produk mereka memiliki daya saing global.

Baca juga: Cepat Tanggap! Komunitas Sobat Qurani Bantu Korban Longsor di Bandung

Sesi tanya jawab bersama narasumber kegiatan Sukabumi Economy Summit 2025. | Doc: Istimewa

Sementara itu, Nunki Juniarti menyoroti pentingnya pemahaman terhadap akses pasar global melalui program UKM Go Export. Program ini melibatkan tahapan seleksi produk, inkubasi, hingga business matching.

“Kesuksesan UKM di pasar global sangat ditentukan oleh kejelasan fokus produk, pemanfaatan teknologi, dan dukungan dari lembaga yang tepat,” kata Nunki.

Berbeda dari dua narasumber sebelumnya, Luqman Anindityo menekankan pentingnya teknologi dan pemasaran digital dalam membangun personal branding dan meningkatkan penjualan.

“Saat ini, kesuksesan berjualan tidak hanya bergantung pada produk, tapi juga pada kemampuan memasarkan nilai produk lewat media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp,” ujar Luqman.

Ekonomi Digital
Narasumber Luqman Anindityo saat memaparkan materi. | Doc: Istimewa

Acara ini juga diwarnai dengan antusiasme peserta yang tinggi, khususnya pada sesi tanya jawab interaktif. Salah satu peserta mengangkat pertanyaan terkait kemasan dan desain grafis produk ekspor yang sesuai standar internasional. Menanggapi hal tersebut, Novi Hutami menjelaskan bahwa setiap negara tujuan ekspor memiliki regulasi tersendiri mengenai desain kemasan.

“Desain kemasan tiap negara punya aturan sendiri. Biasanya jika sudah kontak dengan pembeli, mereka akan memberikan template kemasan yang harus diikuti. Misalnya, kalau ingin ekspor ke negara Arab, kemasan wajib mencantumkan dua bahasa yaitu Indonesia dan Arab. Selain itu mencantumkan sertifikat halal dan lainnya,” terang Novi.

Sukabumi Economy Summit 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama antara UMKM, pemerintah, dan berbagai pihak. Harapannya, pelaku usaha lokal bisa berkembang, tidak hanya di dalam negeri tapi juga bisa menembus pasar internasional.

Baca juga: Kuota Bertambah, Kota Sukabumi Resmi Berangkatkan 269 Jemaah Haji