Teknologi

Enkripsi dan Firewall Menjadi Garda Terdepan Dalam Keamanan Basis Data

62
×

Enkripsi dan Firewall Menjadi Garda Terdepan Dalam Keamanan Basis Data

Sebarkan artikel ini
Keamanan Basis Data
Teknologi Enkripsi dan Firewall | Sumber: Generated AI (Gemini)

Sukabumihitz – Di era digital yang semakin terhubung, data menjadi aset paling berharga bagi perusahaan. Informasi pelanggan, transaksi keuangan, dan catatan internal tersimpan dalam basis data yang harus terlindungi dengan baik. Ancaman siber seperti peretasan, pencurian data, dan ransomware terus meningkat. Karena itu, teknologi enkripsi dan firewall berperan sebagai garda terdepan untuk menjaga keamanan data dari akses ilegal dan kebocoran.

Basis data menjadi tempat penyimpanan informasi krusial bagi perusahaan. Ketika peretas menembus sistem, dampaknya bisa sangat merugikan, mulai dari kerugian finansial hingga reputasi yang menurun. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan perlindungan berlapis dengan enkripsi dan firewall agar keamanan data tetap terjaga meskipun terjadi pelanggaran.

Mengubah Data Menjadi Kode Rahasia

Enkripsi berfungsi mengubah data asli menjadi kode yang tidak dapat terbaca tanpa kunci khusus. Dengan begitu, meskipun peretas berhasil mengakses data, mereka tidak bisa memahaminya tanpa kunci dekripsi. Ada dua jenis enkripsi utama, yaitu simetris dan asimetris. Enkripsi simetris menggunakan satu kunci untuk mengamankan dan membuka data, sedangkan enkripsi asimetris memanfaatkan dua kunci berbeda, yakni publik dan privat. Selain itu, teknologi end-to-end encryption makin banyak digunakan agar hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan.

Baca Juga : Autentikasi Menjadi Senjata Utama untuk Menjaga Keamanan Digital

Penerapan enkripsi membantu melindungi data sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, serta catatan pribadi. Selain meningkatkan keamanan, enkripsi juga membantu perusahaan memenuhi regulasi perlindungan data seperti GDPR dan UU PDP.

Kombinasi Pertahanan Berlapis

Firewall memantau dan mengontrol lalu lintas jaringan untuk mencegah akses mencurigakan. Teknologi ini bekerja layaknya penjaga gerbang yang hanya mengizinkan koneksi sah menuju sistem basis data. Firewall modern bahkan mampu mendeteksi pola serangan dan menganalisis aktivitas mencurigakan dalam jaringan, sehingga risiko peretasan dapat ditekan sejak dini.

Perpaduan antara enkripsi dan firewall menciptakan sistem keamanan berlapis yang saling melengkapi. Firewall mencegah ancaman dari luar, sementara enkripsi menjaga data tetap aman di dalam sistem. Namun, implementasi keduanya perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat kinerja jaringan. Dengan strategi keamanan yang tepat, perusahaan dapat melindungi data, menjaga kepercayaan pengguna, dan memastikan kelangsungan operasional di tengah ancaman digital yang terus berkembang.

Baca Juga : Keamanan Siber: Pentingnya Perlindungan di Era Digital