Sukabumihitz – Antusiasme 16 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kota Bogor mengikuti kegiatan lokakarya tak terhalang oleh hujan. Kunjungan ini merupakan bentuk kerjasaa BSI Entrepreneur Center dengan UMKM sepatu lokal Vilan di Ciapus, Bogor pada Rabu 28 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi pengalaman perdana bagi para mahasiswa. Belajar langsung dari pelaku usaha dan melihat proses bisnis secara nyata di lapangan.
Sejak pagi hari, mahasiswa sudah berkumpul di dalam bus dengan penuh antusias. Setibanya di gudang produksi sepatu Vilan, rombongan disambut hangat oleh pemilik CV. Warisan Nusantara Indonesia Dany Anwar bersama istrinya, Regita Aldena atau yg akrab disapa Rere.

Rere yang aktif dan komunikatif sepanjang sesi, memandu langsung kegiatan lokakarya. Dengan penuh energi, beliau menyapa mahasiswa, membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, dan mengemas pembelajaran dalam konsep interaktif seperti permainan. Pendekatan tersebut membuat suasana menjadi hidup dan menyenangkan, sekaligus efektif dalam menyampaikan materi kewirausahaan.
Mahasiswa juga tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses operasional UMKM sepatu lokal. Mereka belajar menyortir resi, mencari produk di gudang, melakukan quality control (QC), melakukan proses packing, hingga membuat konten pemasaran. Bahkan, Rere memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencoba berjualan secara live dan memasarkan produk Vilan secara langsung di akun VilanOfficialstore.

Patih, mahasiswa UBSI Bogor mengungkapkan kesan mendalamnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang karena bisa belajar langsung dari Bu Rere. Jadi bisa mengetahui bagaimana cara mensortir resi, mencari produknya, melakukan QC produk, packing produk, sampai membuat konten. Bahkan Bu Rere memperbolehkan kami belajar berjualan secara live untuk memasarkan produk Vilan. Jadi punya pengalaman dan tahu bahwa live itu ternyata tidak semudah yang terlihat,” ujar Patih.
Baca Juga: Kunjungan STIKOM CKI ke UBSI Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pendidikan dan Tri Dharma
Pengalaman praktik tersebut membuka wawasan mahasiswa. Membangun bisnis sepatu lokal membutuhkan ketelitian, manajemen yang rapi, kreativitas pemasaran digital, serta keberanian tampil di depan kamera saat melakukan live selling.
Di akhir sesi, Rere juga menyampaikan harapan tulusnya kepada para mahasiswa. Ia berharap generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi berani mengambil langkah menjadi pencipta lapangan kerja.
“Semoga adik-adik mahasiswa kedepannya berani menjadi pengusaha. Jangan takut memulai dari kecil, yang penting konsisten dan mau belajar,” pesan Rere dengan penuh semangat.
Lestari Yusuf selaku Koordinator BSI Entrepreneur Center Kampus Bogor menyampaikan, kunjungan lokakarya UMKM sepatu lokal Vilan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha di Bogor dalam mendukung edukasi kewirausahaan mahasiswa. UBSI terus mendorong pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa memiliki pengalaman langsung, mental tangguh, serta kesiapan menghadapi dunia bisnis yang sesungguhnya.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga inspirasi dan keberanian untuk mulai membangun usaha sendiri di masa depan. Kunjungan UMKM ini merupakan bagian dari program pembelajaran lapangan Universitas Bina Sarana Informatika yang bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa. Mengenai praktik bisnis riil, khususnya pada industri sepatu lokal dan penguatan jiwa kewirausahaan”, pungkasnya.








