Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Prokrastinasi Digital dan Ilusi ‘Menunggu Mood’: Mengupas Hambatan Mahasiswa dalam Penulisan Jurnal Ilmiah

Prokrastinasi Digital dan Ilusi ‘Menunggu Mood’: Mengupas Hambatan Mahasiswa dalam Penulisan Jurnal Ilmiah

  • account_circle Shinta Septi
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Dalam dunia akademik, kewajiban mempublikasikan jurnal ilmiah sering kali menjadi momok yang lebih menakutkan daripada ujian akhir itu sendiri. Fenomena “naskah abadi” yang tak kunjung selesai bukan lagi rahasia umum di kalangan mahasiswa tingkat akhir maupun dosen muda. Namun, apa sebenarnya akar masalah yang membuat kursor di layar komputer hanya berkedip tanpa melahirkan satu paragraf pun?

Infografis menarik dari Literasi Sains Indonesia baru-baru ini menyingkap tabir di balik penundaan ini. Data tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata dari pergeseran perilaku akademik di era disrupsi digital saat ini. Mari kita bedah satu per satu mengapa prokrastinasi akademik kini bermetamorfosis menjadi tantangan yang lebih kompleks.

Jebakan “Scroll” dan Ekonomi Perhatian

Data menunjukkan penyebab terbesar mandeknya penulisan jurnal sebesar 30,0 persen berasal dari aktivitas scrolling pada platform media sosial seperti TikTok. Ini adalah fakta yang mengkhawatirkan namun sangat masuk akal.

Kita hidup dalam ekonomi perhatian (attention economy), di mana fokus manusia menjadi komoditas paling mahal. Algoritma media sosial memberi gratifikasi instan atau lonjakan dopamin cepat. Bandingkan dengan menulis jurnal ilmiah yang membutuhkan deep work, ketekunan, dan gratifikasi yang tertunda (delayed gratification). Otak mahasiswa yang terbiasa dengan rangsangan visual cepat berdurasi 15 detik akan merasa “tersiksa” ketika harus membaca literatur yang padat dan menulis analisis yang mendalam. Akibatnya, niat “istirahat sebentar buka HP” sering kali bermutasi menjadi dua jam yang hilang tanpa jejak.

Mitos “Mood” dan Perfeksionisme

Alasan kedua terbesar berasal dari faktor psikologis klasik yaitu “Menunggu Mood” yang menempati porsi 25,0%, lalu perasaan “Belum Siap Mental” sebesar 10,0%. Sehingga hasil akhir menunjukan bahwa 35% hambatan berasal dari internal diri mahasiswa itu sendiri.

Dalam psikologi produktivitas, menunggu mood atau inspirasi sering kali merupakan bentuk lain dari perfeksionisme yang melumpuhkan. Mahasiswa sering terjebak dalam ilusi bahwa menulis harus berlangsung dalam kondisi sempurna pikiran tenang, referensi lengkap dan kalimat langsung puitis. Padahal, penulisan ilmiah adalah proses mekanis yang membutuhkan disiplin. Ketidaksiapan mental sering muncul karena mahasiswa memandang jurnal sebagai “gunung raksasa” yang harus mereka daki sekaligus, bukan sebagai “serangkaian bukit kecil” yang bisa mereka taklukkan secara bertahap.

Baca Juga : 5 Kesalahan Fatal dalam Pengajuan Jurnal Ilmiah dan Tips Menghindarinya

  • Penulis: Shinta Septi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istimewa! Pameran Karya Produk Kreativitas SMK Paramitha Jakarta dan SMK Paramitha 2 Jakarta Dorong Jiwa Wirausaha Siswa

    Istimewa! Pameran Karya Produk Kreativitas SMK Paramitha Jakarta dan SMK Paramitha 2 Jakarta Dorong Jiwa Wirausaha Siswa

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SukabumiHitz, Jakarta – Pameran Karya Produk Kreativitas SMK Paramitha Jakarta sukses digelar pada Jumat (19/12), di Gedung SMK Paramitha, Komp. DDN  Jl. Raya Kalimalang No.68, RT.12/RW.8, Pondok Kelapa, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan kolaboratif ini menampilkan hasil karya unggulan siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Paramitha 1 dan Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK […]

  • JKT48 Team Passion Rilis “Dekat Namun Jauh”, Lagu Emosional Era Baru

    JKT48 Team Passion Rilis “Dekat Namun Jauh”, Lagu Emosional Era Baru

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – JKT48 Team Passion rilis Dekat Namun Jauh sebagai karya terbaru yang langsung menarik perhatian penggemar. Unit dengan karakter penuh semangat ini menghadirkan lagu tersebut pada 11 April 2026 sekaligus membuka era baru bertajuk JKT48 Fight!. Momen ini menjadi langkah awal yang penting karena Team Passion ingin menunjukkan identitas kuat sejak awal kemunculan. Selain […]

  • Rangga & Cinta 2025, Drama Musikal Remake AADC yang Siap Menyentuh Generasi Baru

    Rangga & Cinta 2025, Drama Musikal Remake AADC yang Siap Menyentuh Generasi Baru

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Miles Films akan merilis film terbaru Rangga & Cinta pada 2 Oktober 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Sebelum tayang, tim produksi sudah memutar film ini di Busan International Film Festival ke-30 pada 18 September lalu dan mendapat sambutan hangat. Sutradara Riri Riza bersama produser Mira Lesmana memilih format drama musikal untuk menghidupkan kembali […]

  • Hujan Deras Sebabkan Tebing Longsor di Jampangtengah

    Hujan Deras Sebabkan Tebing Longsor di Jampangtengah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, hingga menyebabkan longsor tebing setinggi sekitar sepuluh meter dengan lebar kurang lebih tujuh meter. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Ciawitali RT 16/03, Desa Nangerang. Material tanah bercampur bebatuan ambruk dari tebing setinggi rumah tiga lantai dan menutup seluruh […]

  • Flexing Jadi Tren Baru Generasi Muda di Media Sosial

    Flexing Jadi Tren Baru Generasi Muda di Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat berbagi aktivitas sehari-hari, tetapi juga berubah menjadi ruang untuk menunjukkan gaya hidup. Banyak pengguna mengunggah foto liburan mewah, barang bermerek, kendaraan mahal, hingga gaya hidup eksklusif demi menarik perhatian publik. Fenomena ini populer dengan istilah flexing. Tren flexing semakin populer di kalangan generasi muda karena media […]

  • Kanker Bukan Vonis Mati: Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci| Sumber: hello sehat

    Mengungkap Faktor Risiko Kanker dan Langkah Pencegahannya

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kanker muncul ketika sel dalam tubuh tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali. Sel-sel ini berkembang menjadi massa yang disebut tumor. Tumor bisa bersifat jinak, artinya tidak menyebar, atau ganas, yaitu menyebar ke bagian tubuh lain. Penyakit ini bisa menyerang hampir semua organ dan jaringan, mulai dari payudara, paru-paru, usus, hingga kulit. World Health […]

expand_less