Jalani IEP 3+1, Mahasiswa UNM Raiya Puspita Asah Pengalaman Kerja di Kemendikdasmen
- account_circle Anita Rahmawati
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

IEP 3+1 Buka Peluang Mahasiswa UNM Magang di Lingkungan Kementerian | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Pengalaman kerja sebelum lulus menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier. Hal ini dirasakan Raiya Puspita Sari, mahasiswa semester 7 Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang mengikuti program Internship Experience Program (IEP) 3+1 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Melalui program tersebut, Raiya memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu manajemen yang selama ini ia pelajari di bangku kuliah. Ia juga mengenal secara langsung proses kerja dan administrasi di lingkungan instansi pemerintahan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional sebelum menyelesaikan pendidikan. Dalam kegiatan magang ini, Raiya menjalankan tugas administrasi keuangan dan perpajakan pada Bagian Sarana Prasarana (Sarpras). Ia juga membantu proses verifikasi data di Bagian Peserta Didik (Pesdik).
Ketua Program Studi Manajemen UNM, Instianti Elyana, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang dimanfaatkan Raiya. Menurutnya, pengalaman magang di lingkungan kementerian memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
“Pengalaman di Sarpras maupun Pesdik memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana pengetahuan manajemen diterapkan dalam proses kerja sehari-hari,” katanya, Jumat (30/10).
NCC Dampingi Mahasiswa Persiapkan Karier
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa kampus melalui NCC turut mendukung persiapan karier mahasiswa. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan portofolio hingga pembekalan etika profesional.
Ia menegaskan bahwa program magang tidak hanya berorientasi pada penempatan mahasiswa di tempat kerja. Program ini juga membantu mahasiswa memahami kebutuhan dan tuntutan dunia profesional.
“Bagi NCC, program magang bukan sekadar membantu mahasiswa memperoleh tempat magang, melainkan juga mendukung proses persiapan karier agar mahasiswa lebih memahami kebutuhan dunia kerja,” ungkap Faisal.
Pengalaman Magang Asah Ketelitian dan Fleksibilitas
Sementara itu, Raiya mengungkapkan bahwa pengalaman bekerja di dua unit berbeda memberikan pelajaran berharga. Ia belajar menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian.
“Saya belajar bahwa setiap pekerjaan administrasi membutuhkan tanggung jawab dan ketelitian. Pengalaman magang melalui Program IEP Universitas Nusa Mandiri (UNM) merupakan batu loncatan yang berharga untuk masa depan karier,” tuturnya.
IEP 3+1 Jadi Bekal Memasuki Dunia Profesional
Faisal berharap Program IEP 3+1 UNM dapat terus menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia industri dan instansi pemerintahan. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk membangun kompetensi sekaligus mengenal lingkungan kerja secara langsung.
“Kesiapan kompetensi dan pengalaman kerja nyata ini menjadi bekal utama bagi lulusan UNM dalam memasuki pasar kerja profesional. Di UNM mahasiswa kuliah hanya 3 tahun dan 1 tahun magang di industri mitra,” harapnya.
Program IEP 3+1 menjadi salah satu upaya UNM dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Melalui pengalaman magang, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dan menerapkan pengetahuan perkuliahan dalam lingkungan profesional.
- Penulis: Anita Rahmawati
